SuaraSulsel.id - Sulawesi Selatan bukan hanya terkenal karena kekayaan alamnya, tetapi juga karena keberagaman budaya.
Salah satu wujud paling mencolok dari warisan budaya tersebut adalah keberadaan rumah adat dari berbagai suku yang tinggal di provinsi ini.
Mayoritas rumah adat di Sulsel mengusung konsep rumah panggung dengan tinggi 2–3 meter dari tanah.
Struktur ini mencerminkan kecerdasan lokal dalam menghadapi kondisi geografis dan iklim tropis. Ruang bawah rumah biasanya digunakan untuk menyimpan hasil tani, ternak, hingga perlengkapan rumah tangga.
Keberadaan rumah adat ini bukan hanya warisan fisik, melainkan juga jejak nilai-nilai leluhur yang menyatu dalam kehidupan masyarakat.
Berikut adalah lima rumah adat utama yang merepresentasikan kebesaran budaya Sulawesi Selatan:
1. Tongkonan
Berada di kawasan pegunungan utara Sulsel, Tongkonan adalah rumah adat suku Toraja yang telah mendunia.
Namanya berasal dari kata "tongkon" yang berarti duduk. Desain atapnya yang menyerupai perahu mencerminkan jejak sejarah nenek moyang yang datang dari lautan.
Baca Juga: Surga Pendaki! Jelajahi 6 Gunung Ikonik di Sulawesi Selatan Plus Kisah Horor
Tongkonan dibangun dari kayu Uru tanpa paku, dengan warna merah, kuning, dan hitam yang melambangkan kehidupan, kekuatan, dan kematian.
Sebagai simbol status sosial, rumah ini biasanya dimiliki oleh kalangan bangsawan, ditandai dengan jumlah kepala kerbau yang dipasang di bagian atas.
Arah rumah pun tak sembarangan. Harus menghadap ke utara sebagai lambang awal kehidupan, dan selatan sebagai akhir.
2. Balla
Rumah adat Balla berasal dari suku Makassar yang mendiami wilayah pesisir barat daya Sulsel.
Balla juga menganut bentuk rumah panggung, ditopang oleh 10 tiang utama dengan tinggi mencapai 3 meter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Status Waspada! Gunung Karangetang Terus Muntahkan Lava Sejauh 1.000 Meter
-
Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen
-
Enrekang Paling Parah! Ini Fakta-fakta 112 Kasus Karhutla Ludeskan Hutan Sulawesi Selatan
-
Direktur Perusahaan Buronan Korupsi Bank Sulselbar Ditangkap di Jakarta
-
Ketua KONI Tersangka Korupsi Dana Hibah PON Aceh-Sumatera Utara Langsung Ditahan