Struktur rumah dibagi menjadi tiga bagian: kolong, badan rumah dan atap.
Atapnya berbentuk pelana dan memiliki hiasan segitiga bernama timbaksela.
Jika timbaksela lebih dari tiga, itu menandakan pemilik rumah adalah bangsawan dengan jabatan tinggi.
3. Saoraja
Berbeda dengan rumah adat lain, Saoraja (untuk bangsawan) dan Bola (untuk rakyat biasa) milik suku Bugis banyak dipengaruhi budaya Islam.
Rumah ini selalu dibangun menghadap kiblat dengan struktur tanpa paku, hanya menggunakan kayu dan pasak.
Tiga bagian utama dari rumah ini adalah kalle bala (ruang utama), rakkeang (loteng untuk menyimpan pusaka), dan passiringan atau awasao (gudang bawah rumah untuk alat pertanian dan ternak).
Atapnya berbentuk pelana dengan hiasan segitiga bernama timpa laja, penanda status sosial pemilik rumah.
4. Boyang
Baca Juga: Surga Pendaki! Jelajahi 6 Gunung Ikonik di Sulawesi Selatan Plus Kisah Horor
Boyang adalah rumah adat Suku Mandar yang banyak ditemui di Sulawesi Selatan.
Rumah ini dikenal melalui tradisi lautnya seperti Passandeq.
Seperti rumah Bugis, Boyang adalah rumah panggung, namun memiliki lego atau teras depan yang luas.
Salah satu ciri uniknya adalah tiang rumah yang tidak ditanam langsung di tanah, melainkan diletakkan di atas batu pipih guna mencegah pelapukan.
Rumah ini juga memiliki dua tangga dengan jumlah anak tangga ganjil.
Ukiran khas Mandar menghiasi dinding rumah, menambah nilai estetika dan budaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Asap Karhutla Kepung Bandara Nabire, Dua Penerbangan Gagal Terbang
-
Gorontalo Diprediksi Dilanda Kekeringan Panjang hingga Februari 2027, Kabupaten Ini Paling Rawan
-
BRI Group Kembali Ukir Prestasi Global, Raih Enam Penghargaan dari Finance Asia
-
Gubernur Sulsel Raih Bakti Koperasi Nayaka Mahambara di Ajang Koperasi Awards 2026
-
Transaksi Qlola Tumbuh 51 Persen, BRI Perkuat Platform Digital untuk Nasabah Bisnis