SuaraSulsel.id - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat.
Agar mewaspadai modus baru penipuan yang melibatkan pinjaman online (pinjol) ilegal.
Modus ini bermula dari aksi “salah transfer” dana ke rekening korban, lalu diikuti dengan berbagai bentuk teror dan ancaman.
Kepala OJK Sulselbar, Mochamad Mukhlasin, menjelaskan bahwa beberapa warga di wilayah Sulawesi Selatan mulai melaporkan kejadian mencurigakan.
Berupa masuknya sejumlah uang ke rekening mereka tanpa adanya permintaan atau pengajuan pinjaman.
“Sejumlah warga di Sulawesi Selatan mengaku resah setelah tiba-tiba menerima transfer uang dari pengirim tak dikenal,” ungkap Mukhlasin di Makassar pada Senin (2/6).
Modus Salah Transfer: Senjata Baru Pinjol Ilegal
Dari penelusuran di lapangan, diketahui bahwa pelaku sengaja mentransfer uang ke rekening korban.
Setelah itu, mereka akan menghubungi korban—baik melalui telepon, SMS, maupun aplikasi pesan instan seperti WhatsApp.
Baca Juga: Modus Salah Transfer Uang Bikin Warga Sulsel Resah, Korban Diancam!
Dengan alasan bahwa uang tersebut merupakan kesalahan transfer dari aplikasi pinjol.
Tak berhenti di situ, pelaku yang mengaku sebagai pihak dari layanan pinjaman online ilegal tersebut akan menekan korban agar segera mengembalikan dana.
Jika korban menuruti permintaan tersebut, mereka bisa menjadi target teror berikutnya. Bila menolak, korban akan diancam bahkan dipermalukan di media sosial.
Salah satu korban, AN (38 tahun), seorang guru honorer di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, mengalami langsung modus ini.
Kronologi Penipuan yang Dialami Korban
Pada tanggal 24 Mei 2025, AN menerima transfer sebesar Rp3,4 juta dari rekening tak dikenal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Pemkot Kendari Resmi Larang Pengecer Jual BBM Subsidi
-
Geng Motor Makin Brutal, Polisi Makassar Diserang Busur hingga Patah Tangan
-
Cek Fakta: Benarkah E-Tilang Mulai Berlaku di Makassar? Polisi Buka Suara
-
BRI dan Syailendra Capital Bahas Peluang Investasi Syariah di Sharia Wealth Forum 2026
-
Dibekingi Siapa? 3 Ton Sianida Asal Filipina Masuk Gorontalo