"DAS kita kritis akibat penggundulan dan erosi lahan. Hujan dengan intensitas sedang saja bisa membuat sungai meluap," jelasnya.
Ia mencontohkan kerusakan di Sungai Saddang, Danau Tempe, dan Walanae, yang menjadi bukti nyata dampak pengelolaan DAS yang buruk.
Upaya normalisasi sungai melalui pengerukan dianggap kurang maksimal karena cuaca yang tidak menentu. Menurut Suryadarma, sedimentasi yang berasal dari hulu terus mengendap di hilir, sehingga proses normalisasi menjadi kurang efektif.
"Sungai kita keruk, tapi tahun depan sedimennya kembali lagi. Inilah yang membuat pendangkalan sungai semakin parah. Hujan sedikit saja, sungai langsung meluap," tambahnya.
Normalisasi sungai juga membutuhkan anggaran besar, yang menjadi kendala dalam mengatasi masalah banjir di Sulsel secara menyeluruh.
Siaga Bencana, Fokus pada Restorasi
Dengan kondisi cuaca ekstrem yang mengancam, pemerintah dan masyarakat Sulsel harus bekerja sama untuk mengurangi risiko bencana.
Restorasi hutan di hulu DAS menjadi solusi jangka panjang yang perlu mendapat perhatian serius.
Selain itu, kesiapsiagaan masyarakat dan pemanfaatan teknologi untuk memantau kondisi cuaca dapat membantu mengurangi dampak cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga Juni.
Baca Juga: Dari Masjid 99 Kubah, Warga Sulsel Panjatkan Doa untuk Kedamaian dan Kemajuan di Tahun 2025
Cuaca ekstrem di Sulsel menjadi peringatan bahwa kerusakan lingkungan harus segera ditangani agar bencana seperti banjir tidak terus berulang setiap musim hujan tiba.
Waspada, siaga, dan kolaborasi menjadi kunci menghadapi tantangan ini.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Pertamina Janji Dua Hari ke Depan Kondisi SPBU di Makassar Normal
-
BPH Migas Beberkan Alasan SPBU di Makassar Terus Diserbu Warga
-
Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes
-
SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai
-
JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!