SuaraSulsel.id - Cani Hasim sukses meraih gelar dokter di Universitas UIN Alauddin Makassar, baru-baru ini. Kisahnya dibagikan di media sosial hingga jadi sorotan publik.
Pasalnya, Cani mengikuti prosesi wisuda tanpa dihadiri keluarga tersayang. Ia hanya didampingi oleh ibu kosnya.
"Dua kali saya wisuda, dari S1 sampai profesi hanya ditemani bu kos. Saya terima kasih karena saya bukan keluarganya tapi sudah diperlakukan seperti anak," ucapnya.
Ia mengatakan ibunya tidak bisa datang karena tinggal jauh di Maluku. Namun ia bersyukur masih punya ibu kos yang sudah menganggapnya seperti keluarga.
Cani kemudian menceritakan ia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Namun berjuang menempuh pendidikan hingga menyandang gelar dokter. Dia berharap semua orang yang punya mimpi bisa terus berjuang pantang menyerah untuk meraih cita-citanya.
Cani mengatakan keluarganya hanyalah petani. Ibunya buruh tani cengkeh di kebun orang, sementara ayahnya sudah meninggal saat ia masih duduk di bangku kelas II SD.
"Orang tua saya keduanya petani serabutan. Ayah saya meninggal saat urus surat melakukan operasi gondok beracun," ujarnya.
Sepeninggal ayahnya, kehidupan mereka semakin berat. Apalagi status janda ibunya membuat mereka terasingkan di kampung sendiri.
Sebagai kakak tertua, Cani harus berusaha untuk membantu ibunya. Ia terpaksa beternak dua ekor sapi yang ditinggalkan ayahnya untuk membantu perekonomian keluarganya.
Baca Juga: Ustad Das'ad Latif Masuk Bursa Calon Wali Kota Makassar Partai NasDem
"Kami di Maluku ada namanya musim cengkeh, jadi Mamaku sering keluar ke pulau untuk petik (cengkeh). Dan saat mama ke luar pulau, saya yang jaga adikku tiga orang. Kita juga punya ternak sapi satu dua ekor, jadi saya yang gembala," ucapnya.
"Saat subuh saya harus gembala sapi dulu dan menyiapkan makanan untuk adik-adik sebelum ke sekolah. Kondisi itu membuat saya berpikir, saya tidak bisa hidup terus seperti ini. Saya harus lanjut sekolah," ucapnya.
Uang hasil ternak itu digunakan Cani untuk melanjutkan pendidikan ke Madrasah Aliyah. Ia sempat berpikiran untuk berhenti sekolah dan bekerja saja karena terhimpit masalah keuangan.
Namun berkat dukungan pihak sekolah, ia bisa menyelesaikan pendidikannya dan ditawari beasiswa untuk lanjut ke perguruan tinggi.
Ia pun mengaku sangat bersyukur. Dengan begitu, jalan untuk meraih harapannya sebagai seorang dokter semakin terbuka lebar. Ditambah, selama kuliah dirinya mendapat beasiswa Bidikmisi sehingga tidak merepotkan keluarga.
"Dulu saya tidak berpikir untuk kuliah kedokteran. Sampai akhirnya ditawari beasiswa dari sekolah, jadi saya bilang saya mau coba-coba saja dulu. Saya beranikan diri daftar sampai saya datang ke Makassar dan alhamdulillah diterima di UIN," sebutnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Pertemuan Buntu, Mahasiswa Luwu Ancam Kembali Blokade Trans Sulawesi
-
Kaesang Tegas Tolak Laporan ABS, PSI: Struktur Partai Jadi Kunci Kemenangan 2029
-
Prof. Morten Meldal Tantang Peneliti Unhas Lahirkan Inovasi Berkelanjutan
-
Luwu Raya Siap Jadi Provinsi? Sekda Sulsel Telpon Dirjen Otonomi Daerah
-
Kenapa Karta Jayadi Belum Kembali Jadi Rektor UNM? Ini Jawaban Mendiktisaintek