SuaraSulsel.id - Unit Anti Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Satreskrim Polrestabes Makassar menangkap Zulkifli, sopir pribadi Ustadz Muhammad Fakhrurrazi Anshar.
Zulkifli ditangkap di Jalan AMD Borong Jambu, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulsel, Pada Kamis (9/11/2023).
Kasubnit II Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar Ipda Nasrullah M mengatakan, Zulkifli diketahui telah melakukan penipuan dan penggelapan terhadap Ustadz Fakhrurrazi Anshar.
"Pelaku awalnya bekerja sebagai sopir pribadi korban dan bertanggung jawab terhadap tas yang berisikan barang berharga milik korban. Tanpa seizin atau sepengatahuan korban, pelaku mengambil kartu ATM dan beberapa kamera mahal," ujar Nasrullah, Jumat (10/11/2023).
Pelaku yang mengetahui sandi ATM korban lantas mengambil uang secara bertahap. Tak hanya itu, pelaku juga mengambil sejumlah barang berharga seperti satu set kamera.
Akibat perbuatannya, korban mengalami kerugian hingga Rp 150 juta. Pelaku melakukan aksinya saat sudah tidak lagi bekerja sebagai sopir korban.
"Kita amankan berdasarkan bukti rekaman CCTV. Korban juga beberapa kali menghubungi pelaku namun tidak direspons," ungkap Nasrullah.
Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor, handphone, dan beberapa bukti surat gadai barang berharga korban.
"Ada juga diamankan surat bukti pelaku telah menggadaikan barang berharga korban," kata Nasrullah.
Baca Juga: Ramli, Buronan Terpidana Korupsi Rp7,5 Miliar Ditangkap di Makassar
Informasi yang dihimpun, hasil kejahatan yang dilakukan Zulkifli digunakan untuk bermain judi online.
Ustadz Muhammad Fakhrurrazi Anshar Rugi Rp150 Juta
Ustadz Muhammad Fakhrurrazi Anshar menjadi korban penipuan dan penggelapan oleh sopir pribadinya, Zulkifli. Akibat perbuatan Zulkifli, Ustadz Fakhrurrazi Anshar mengalami kerugian hingga Rp150 juta.
Kasubnit II Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar Ipda Nasrullah M mengatakan, Zulkifli ditangkap di Jalan AMD Borong Jambu, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulsel, pada Kamis (9/11/2023).
"Pelaku awalnya bekerja sebagai sopir pribadi korban dan bertanggung jawab terhadap tas yang berisikan barang berharga milik korban. Tanpa seizin atau sepengatahuan korban, pelaku mengambil kartu ATM dan beberapa kamera mahal," ujar Nasrullah, Jumat (10/11/2023).
Pelaku yang mengetahui sandi ATM korban lantas mengambil uang secara bertahap. Tak hanya itu, pelaku juga mengambil sejumlah barang berharga seperti satu set kamera.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Waspada! 4.144 Lembar Uang Palsu Ditemukan di Sulsel, Ini Cara Mengenalinya
-
Limbah PT KIMA Aman, Fakta Ini Mengejutkan Warga
-
Peternak Ayam Demo Besar-Besaran, Mentan Amran: Sebelum Demo Kami Sudah Teken SK Ini
-
Semangat Kemerdekaan, BRILink Agen Hadirkan Akses Keuangan dan Gerakkan Ekonomi di Pelosok Indonesia
-
Paramitha Hilang 2 Tahun Ternyata Dibunuh Sopir Travel dan Dibuat Jadi Tengkorak