SuaraSulsel.id - Dua kasus tindak pidana pemerkosaan terjadi di Muna dan Muna Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara pekan ini.
Mengutip Telisik.id -- jaringan Suara.com, persetubuhan dan pencabulan dilakukan oleh ayah terhadap anak kandungnya sendiri di Muna.
Pelaku LU tega memperkosa putrinya berumur 16 tahun. Masih duduk di Kelas II SMA. Aksi biadab LU dilakukan di kebun sebanyak enam kali. Kejadian terakhir pada 29 Juni 2022.
LU mengaku tergoda dengan kemolekan tubuh anaknya. Ia pun tidak mampu menahan birahinya dan langsung mengajak anaknya ke kebun.
"Kejadiannya di kebun sejak awal tahun 2022," kata LU, Kamis (21/7/2022).
Sementara itu, di Muna Barat, dua pemuda dari Desa Labukolo, Kecamatan Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat berinisial E (18) dan N (19) yang melakukan pemerkosaan terhadap rekannya, P (19). Keduanya memperkosa korban di semak-semak pada 14 Juli lalu sekira pukul 22.00 Wita.
"Saya hanya diajak oleh N. Saya juga ikut melakukan pemerkosaan sekali," kata N.
Kapolres Muna, AKBP Mulkaifin melalui Kasat Reskrim, Iptu Alamsyah Nugraha menerangkan, modus ayah yang menyetubuhi anaknya dengan cara mengajak ke kebun yang kemudian membujuk untuk berhubungan badan.
"Usai berhubungan, tersangka LU mengancam korban agar tidak melapor ke ibunya dan kantor polisi," kata Alamsyah.
Baca Juga: Bursa Kerja Sulawesi Tenggara Siapkan 1.828 Lowongan Kerja di Sejumlah Perusahaan
Korban sendiri sudah lupa kapan kejadiannya. Namun, terakhir kalinya pada 29 Juni lalu. Korban yang sudah muak dengan kelakuan ayahnya, berinisiatif melaporkan ke polisi. Korban membuat surat yang isinya menyampaikan perbuatan pencabulan ayahnya dan melempar surat ke Mapolsek Kabawo.
"Surat yang dilempar korban itu didapat oleh anggota dan menjadi petunjuk. Dari situlah, langsung dilakukan penangkapan terhadap tersangka, LU," ungkapnya.
Adapun alat bukti yang berhasil diamankan berupa pakaian korban dan satu lembar kain warna merah bermotif. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 81 dan 82 UU perlindungan anak JO pasal 64 KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.
Sementara modus pemerkosaan yang terjadi di Muna Barat, kedua tersangka menjemput korban menggunakan sepeda motor dengan berpura-pura disuruh oleh pacarnya.
Korban pun ikut. Namun, tiba di lokasi, pacarnya tidak ada. Kedua tersangka langsung menyeret korban ke semak-semak dan melakukan pemerkosaan.
"Korban sempat melakukan perlawanan. Tetapi, karena diancam menggunakan pisau, korban tidak bisa berbuat apa-apa. Kedua tersangka bergantian memperkosa korban," kata mantan Kasat Reskrim Polres Kolaka Utara itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Pemkot Makassar Akan Bangun PLTSa di TPA Tamangapa, Tender Diulang!
-
Jusuf Kalla: Perguruan Tinggi Jangan Andalkan Mahasiswa untuk Biaya Pendidikan
-
Mengintip Rencana Strategis Pemprov Sulsel dan PTDI di Airshow Singapura
-
DPO Kasus Rudapaksa Anak di Maluku Diringkus di Dalam Goa Hutan
-
Pimpinan Ponpes di Muna Barat Diduga Cabul, Massa Nyaris Bentrok