Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Sabtu, 30 April 2022 | 11:51 WIB
Peziarah mengunjungi pemakaman Covid-19 di Macanda, Kabupaten Gowa, Sabtu, 29 April 2022. Ziarah kubur sering dilakukan masyarakat jelang lebaran. [Suara.com/Lorensia Clara Tambing]

Sedih memang. Apalagi, Asrina mengaku sangat dekat dengan sang ayah.

Tiga hari setelah pemakaman ayahnya, kabar pedih datang lagi. Neneknya yang sempat dirawat di ICU juga dinyatakan meninggal dunia.

Ia mengaku kebahagiaannya di dunia ini hilang sudah. Bagaimana bisa dua orang terdekatnya meninggal sekaligus karena Covid-19.

Hingga kini, Asrina mengaku merasa trauma setiap pulang kampung. Apalagi di momen hari raya besar seperti saat ini.

Sudah dua tahun, ia merasakan lebaran tanpa ayah dan nenek. Rasanya sangat berbeda.

Tak ada lagi yang menyambutnya dengan hangat senyum ketika ia pulang. Tak seperti sebelumnya, kali ini momen lebaran dilaluinya hanya dengan mama dan adiknya.

"Tidak ada lagi keceriaan seperti dulu. Tapi mau bagaimana, ini sudah takdir," sebutnya dengan nada bergetar.

Tahun ini, Asrina berkesempatan mengunjungi makam ayah dan neneknya. Jika diizinkan pemerintah, ia berencana memindahkan makam mereka ke tempat lain.

Sementara, dari pantauan SuaraSulsel.id, Sabtu, 30 April 2022, pemakaman Covid-19 di Macanda, Kabupaten Gowa sepi pengunjung. Hanya ada beberapa orang yang terlihat sedang melakukan ziarah kubur.

"Ramainya saat awal ramadan lalu. Tapi ini mau lebaran sepi, pekan ini hanya ada sekitar puluhan orang," ujarnya.

Load More