"Keluarga dari bapaknya tidak setuju. Keluarga ibunya juga tidak setuju. Ibunya saja ini yang pergi melamar sama itu calonnya dan keluarga calonnya. Ibunya yang pergi melamar. Bapaknya tidak ada, kan sudah bercerai ini. Keluarga bapaknya tidak setuju, keluarga ibunya juga tidak setuju. Saudara ibunya tidak ada yang setuju ini. Cuma ibunya ini yang berbicara dengan ibunya yang laki-laki dilamar," terang Meisy.
Sehingga, ayah perempuan yang ingin dinikahkan tersebut berharap agar petugas dapat memberikan pendampingan psikologis. Agar anak perempuan itu berani bergaul untuk melanjutkan sekolahnya.
"Kita dampingi sambil yang penting dia mau kembali dulu ke sekolah karena dia sudah mau ujian. Barang kali dia sudah kelas tiga. Setelah itu di Pinrang juga nanti mungkin kita akan hubungi ibu dan keluarga besarnya dan keluarga laki-laki juga ini yang menerima lamaran," katanya.
"Iya, akan dipanggil ibunya. Kita mungkin masuk pemanggilannya dari kepolisian, kita usahakan dulu dimediasi. Kita tahu dulu apa penyebabnya, kalau perlu juga dikonsulkan mungkin ibunya juga ada masalah-masalah begitu. Jadi nanti tergantung kalau misalnya dianggap perlu bisa juga kita undang di sini untuk melakukan konseling," sambung Meisy.
A (26 tahun) salah satu keluarga anak perempuan yang ingin dinikahkan di Kabupaten Pinrang tersebut mengemukakan bahwa saat proses lamaran terjadi, pihak keluarga yang lain tidak dilibatkan sama sekali. Bahkan, anak perempuan yang ingin dinikahkan itu pun sama sekali tidak mengetahui terkait dirinya yang ingin dinikahkan.
"Kita tidak tahu kalau mau dikasih menikah. Tidak ada yang tahu dari pihak bapaknya. Tidak setuju bapaknya. Karena barusan ada begini perempuan yang melamar laki-laki, merusak adat bugis jadi kita malu. Mamanya yang pergi melamar sama sopirnya. Waktu viral, ini anak selalu menangis jadi saya pergi ambil. Malu karena dia mau dikasih menikah baru tanpa sepengetahuan," katanya.
Diketahui, peristiwa pihak keluarga perempuan yang melamar laki-laki itu sebelumnya viral di media sosial. Jumlah mahar yang diberikan pihak keluarga perempuan kepada keluarga laki-laki yang dilamarnya sebanyak Rp500 juta.
Kemudian disertai dua ekor sapi dan dua ratus rak telur saat proses lamaran terjadi di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Senin 22 November 2021.
Tetapi, proses pernikahan rencananya baru akan dilangsungkan tiga atau empat tahun ke depan. Sebab calon mempelai perempuan masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sedangkan, calon mempelai prianya diketahui tengah kuliah di Jakarta.
Baca Juga: Viral Perempuan Lamar Pria Mahar Rp500 Juta, MUI: Tidak Boleh
Kontributor : Muhammad Aidil
Berita Terkait
Terpopuler
- Mahfud MD Soal Gugatan Pendidikan Gibran: Kalau Saya Hakimnya, Saya Mau Buat Terobosan
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- Bedak Tabur yang Bagus Merek Apa? Ini 7 Rekomendasinya yang Awet Menahan Minyak
Pilihan
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
Terkini
-
Menteri PU Tiap Hari Pantau Stadion Sudiang: Bismillah Selesai..!
-
Pertamini dan Pengecer BBM di Kendari Dibongkar Petugas
-
Awas! Suhu Panas di Sulsel Bisa Tembus 45 Derajat, Ini Daftar Wilayah Masuk Status Siaga
-
Kapasitas Pelabuhan Naik, Ekosistem Logistik Darat Diperkuat
-
Nikmati Ekstra 27.000 GarudaMiles dengan Benefit Perjalanan BRI Prioritas