SuaraSulsel.id - Pengacara Hotman Paris Hutapea bangun jam 3 subuh. Mulai beraktivitas. Minum madu sambil menanggapi sejumlah kasus yang viral di publik.
Salah satu kasus yang menarik perhatian Hotman Paris adalah kasus perundungan di Kantor Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI. Saat ini sudah ditangani kepolisian.
Dalam video yang diunggah di Facebook, Hotman Paris mendengar kabar, korban perundungan di Kantor KPI mengeluh. Karena diajak melakukan pertemuan dengan diduga pelaku perundungan atau bullying. Difasilitasi oleh pejabat KPI.
Hotman Paris menyoroti pihak yang terlibat dalam pertemuan. Karena mendapatkan kabar, korban MS yang hadir tidak didampingi pengacara. Sementara diduga pelaku dan terlapor didampingi pengacara.
"Kok bisa? Bapak Ketua KPI, kasus ini bukan lagi kasus individu MS. Tapi kasus dugaan perundungan di KPI sudah menasional. Sudah menjadi simbolik kasus yang tersembunyi di masyarakat dan simbolik cara menangani. Apabila ada warga yang mencari keadilan. Harusnya elegan cara menyelesaikan. KPI memghadirkan juga pengacara korban," ungkap Hotman Paris.
Hotman Paris mengaku khawatir, korban perundungan akan mencabut laporan di kepolisian. Hanya karena takut kehilangan pekerjaan.
"Dan apabila itu terjadi, maka perjuangan mencari keadilan yang menjadi simbolik, contoh, menjadi runtuh," kata Hotman Paris.
"Tolong Ketua KPI libatkan pengacara dari si korban. Salam Hotman Paris," katanya.
Menurut Hotman, kalau membedakan perlakuan, dikhawatirkan nantinya MS akan takut dan kasus pelecehan dan perundungan ini tidak menjadi contoh penyelesaian keadilan yang bagus.
Baca Juga: KPI Izinkan Saipul Jamil Beri Edukasi soal Predator, Koes Hendratmo Wafat
“Harus lebih elegan, harusnya Ketua KPI hadirkan pengacara si korban. Begitu toh yang saya khawatirkan nanti si korban ini cabut aduan hanya karena dia takut kehilangan pekerjaan. Dan apabila itu terjadi maka perjuangan mencari keadilan yang merupakan simbolik contoh menjadi runtuh. Tolong KPI Ketua KPI libatkan pengacara dari si korban,” tegas Hotman.
Perundungan dan pelecehan seksual yang dialami MS selama bertahun-tahun itu berdampak parah pada psikisnya. Korban mengalami berbagai hal tidak nyaman karena perundungan itu.
Tak hanya itu, MS mengaku mengalami stres dan trauma berkepanjangan yang sangat berpengaruh terhadap kehidupannya.
“Pelecehan seksual dan perundungan tersebut mengubah pola mental, menjadikan saya stres dan merasa hina, saya trauma berat, tapi mau tak mau harus bertahan demi mencari nafkah,” tulisnya.
“Kadang di tengah malam, saya teriak-teriak sendiri seperti orang gila. Penelanjangan dan pelecehan itu begitu membekas, diriku tak sama lagi usai kejadian itu, rasanya saya tidak ada harganya lagi sebagai manusia, sebagai pria, sebagai suami, sebagai kepala rumah tangga. Mereka berhasil meruntuhkan kepercayaan diri saya sebagai manusia,” lanjut MS.
Perundungan yang menyebabkan stres dan frustrasi itu membuat MS jadi sering jatuh sakit. Dia menuturkan, keluarganya bersedih lantaran dia sering menggebrak meja tanpa alasan dan berteriak tanpa sebab. Emosi yang tidak stabil kemudian menyebabkan MS merasakan sakit pada bagian perutnya. Dia mengalami penurunan fungsi tubuh dan gangguan kesehatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Jaksa Gadungan Tipu Tersangka Korupsi Ratusan Juta Rupiah
-
[CEK FAKTA] Benarkah Dukcapil Makasar Melakukan Aktivasi IKD Via Telepon?
-
Disnakertrans Sulsel Perluas Edukasi K3 Hingga Sektor UMKM
-
Kasus Kekerasan Seksual Pekerja Makassar Diusut Tuntas di Bawah UU TPKS
-
Pelantikan PPPK Pupus! Siapa Hapus Data 480 Guru Honorer Kabupaten Gowa?