Ia bisa berbagi kebahagiaan dengan para pedagang kecil. Apalagi sudah ada donatur yang membantunya.
"Akhirnya ada beberapa donatur dari DT Peduli yang ikut menyumbang dalam program ini," ucapnya.
Mamat mengaku dalam sebulan, pihaknya menargetkan empat pedagang kecil yang diborong dagangannya. Atau setidaknya dalam seminggu ada satu atau dua pedagang yang dibantu.
Mamat mengaku ide Borong Dagangan ini awalnya terinspirasi dari beberapa konten kreator di Jawa. Mereka juga melakukan aksi yang sama. Memborong dagangan penjual kecil.
Mamat kemudian melihat jika di Sulsel, utamanya Makassar belum ada orang yang melakukan hal tersebut. Sehingga ia membuat hal serupa.
"Tapi kami tidak terang- terangan kalau memborong dagangan mereka. Jadi seolah-olah beli dan memang butuh. Sehingga pedagang tersebut tidak merasa kalau dibeli karena kasihan. Dan ini juga bisa membuat mereka semakin semangat menjual," ungkapnya.
Dibalik ide Mamat, ada tim yang mendukung. Salah satunya Hasmirah. Ia merupakan Kepala Cabang Daarut Tauhiid Peduli di Sulsel.
Perempuan asal Gowa ini antusias dengan ide Borong Dagangan. Sehingga ketika Mamat datang mengajukan program, pihaknya langsung mengiyakan.
"Kebetulan di DT Peduli kami ada program berbagi yang hampir mirip-mirip dengan ide Mamat. Namun kami lebih ke sembako," ucapnya.
Baca Juga: Jelang Lawan PSM Makassar, Presiden Madura United Minta Pemain Bermain Profesional
Akhirnya kini jadilah Program Borong Dagangan sekaligus memberikan sembako kepada pedagang yang dagangannya diborong.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Wamenhan RI Puji Langkah Andi Sudirman Bentuk Komcad ASN
-
Andi Sudirman: Komcad ASN Sulsel Harus Jadi Teladan
-
Jaksa Gadungan Ditangkap di Kendari
-
Harta Karun Terpendam di Mamuju: Logam Tanah Jarang untuk Industri Masa Depan
-
Terisolir dari Akses Kesehatan, Nasib Warga Pinrang Harus Berjuang di Jalan Rusak Demi Berobat