SuaraSulsel.id - Kepulauan Selayar kaya akan sumberdaya alam. Khususnya bahari. Selayar memiliki kesatuan ekosistem pesisir yang lengkap dengan potensi ekologi, ekonomi, dan pertahanan keamanan yang besar.
Hal tersebut menjadikan Selayar sebagai daerah yang paling dilirik investor. Namun, di balik keindahan alamnya, banyak oknum yang memanfaatkan pulau-pulau Selayar untuk dimiliki. Meski tak sesuai regulasi.
Teranyar adalah kasus Pulau Lantigiang, yang dijual Rp 900 Juta. Kasusnya tengah bergulir di kepolisian. Sebelumnya juga ada Pulau Kakabia yang diperebutkan oleh Pemkab Buton dan Pemkab Selayar.
Sekda Kabupaten Selayar Marjani Sultan mengaku setiap pulau di Selayar memiliki keunikan tersendiri. Baik dari sejarah ataupun potensinya.
Hal tersebut yang menjadikan pulau-pulau tersebut rawan diperjualbelikan. Ia mengaku sudah mengumpulkan seluruh kepala desa untuk sosialisasi. Soal pulau yang bisa dimanfaatkan dan tidak.
"Kemarin kita undang kepala desa karena kita tidak mau kejadian Lantigiang terulang. Walau pun ini dibawah kewenangan balai taman nasional, tapi lokasinya di wilayah kita," kata Marjani, Rabu (3/1/2021).
Pemkab Selayar bahkan pernah mengundang Menteri Kelautan dan Perikanan yang saat itu masih dijabat Susi Pudjiastuti untuk sosialisasi soal pemanfaatan pulau ini. Pemanfaatannya bahkan harus izin KKP.
"Jadi kita pun heran kalau ada yang mengklaim itu milik pribadi, punya lahan di sana hanya karena berkebun di sana. Sementara itu pulau tak berpenghuni," tegasnya.
Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki kurang lebih 130 pulau-pulau kecil. Dari jumlah tersebut, 127 pulau merupakan pulau sangat kecil (tiny island) yang ukurannya di bawah 100 Km2. Hanya 33 pulau di antaranya yang berpenghuni.
Baca Juga: Bupati Selayar : Penjual Pulau Punya Surat Keterangan Kepemilikan Tanah
"Seluruh pulau-pulau kecil tersebut dikelilingi karang dan lamun sehingga kaya akan sumber daya perikanan dan pariwisata," terangnya.
Kepala Balai Taman Nasional Takabonerate Faat Rudhianto mengatakan ada 17 pulau yang masuk dalam kewenangan taman nasional. Luas keseluruhannya adalah 530.765 hektare.
"Dari jumlah itu 7 pulau berpenghuni dan ada 6 desa disana. Ada 6 pulau yang masuk kawasan inti, 4 pulau bisa dimanfaatkan dan 6 kawasan khusus," ujar Faat.
Faat mengaku pulau-pulau di Selayar didominasi oleh tumbuhan jenis cemara laut, santigi pasir, dan ketapang.
"Disana tempatnya penyu yang dilindungi bertelur. Termasuk di Lantigiang itu," tandasnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Siap Kerja! Kolaborasi Hino dan SMKN 5 Makassar Perkuat Kompetensi Siswa
-
Warga Makassar, Saatnya Wujudkan Impian Punya Rumah dan Kendaraan Lewat BRI Consumer Expo 2026
-
Ayah Asyik Nonton Piala Dunia, Anak Tewas Terjebak Kebakaran
-
Mantan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Lawan Kejati: Kenapa Saya, Bukan Kepala Dinas?
-
Jeratan Rentenir di Tengah Krisis Iklim: Nasib Perempuan, Lansia, dan Disabilitas