SuaraSulsel.id - Penyuntikan vaksin Covid-19 di Sulsel dimulai 14 Januari, besok. Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dan 13 orang lainnya akan divaksin pertama kalinya.
Merreka akan divaksin di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi. Dinkes Sulsel meminta mereka hadir sejam sebelum vaksinasi dimulai.
"Kita di undangan pukul 09.00 pagi, tapi kita minta hadir jam 08.00 Wita. Karena perlu screening terlebih dahulu," kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan, Nurul AR, Rabu (13/1/2021).
Ia mengatakan ada dua vaksinator yang disiapkan untuk mengimunisasi para penerima vaksin pertama. Mereka sudah terlatih dan mengikuti simulasi langsung di Kementerian Kesehatan.
"Sebenarnya hanya satu vaksinator, tapi kita siapkan satu cadangan. Itu untuk 14 orang penerima pertama," kata Nurul,
Satu orang, kata Nurul, bisa memakan waktu hingga 40 menit. Seusai disuntik, mereka diminta untuk istrahat 30 menit. Efek sampingnya bisa terasa dalam jeda waktu selama itu.
"Jadi kita kontrol dalam waktu 30 menit itu untuk efek sampingnya. Makanya satu orang bisa memakan waktu sampai 40 menit kalau divaksin," jelas Nurul.
Sama seperti Presiden RI, vaksinasi pertama di Sulsel juga akan disiarkan secara langsung. Dinkes sendiri baru akan memindahkan vaksin sejam sebelum penyuntikan dimulai.
Direktur RS Dadi Arman Bausat menambahkan pihaknya sudah sangat siap untuk memulai vaksinasi pertama. Saat ini sudah ada empat ruangan yang disiapkan untuk alur vaksinasi.
Baca Juga: Gubernur Sulsel, Pangdam, dan Kapolda Dilarang Begadang Sebelum Vaksinasi
"Ada tempat registrasi, lalu tempat screening, tempat vaksin dan ruangan kontrol," kata Arman.
Ia mengatakan alur pelayanan tidak dilakukan secara serentak. Satu orang dibatasi waktunya hingga 40-45 menit.
"Nanti selesai satu, baru satu lagi maju. Tidak serentak dilakukan," tandasnya.
Diketahui, penerima vaksin pertama di Sulsel adalah Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Pangdam VII Kodam Hasanuddin Mayjen Andi Sumangerukka, dan Kapolda Sulsel, Merdisyam.
Adapula, Kepala Dinkes Sulsel Ichsan Mustari, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, pengurus MUI Sulsel Andi Wahid Haddade, Ketua PPNI Sulsel Abdul Rakhmat, dan Wakil Sekretaris PKK Sulsel Aisyah Ahmad.
Selanjutnya, ada Bendahara Persakmi Eha Sumatri, Ketua Persatuan Apoteker Indonesia di Sulsel Prof Gemini Alam, Ketua KNPI Sulsel Nur Qanitha, MPI KNPI Sulsel Imran Eka dan Wakil Sekretaris Persatuan Dokter Gigi Indonesia Ardiansyah Pawinruh.
Sebelum divaksin, mereka ada discreening terlebih dahulu, apakah memenuhi syarat atau tidak.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Mengerikan! Bripda Dirja Pratama Tewas Dianiaya Usai Salat Subuh
-
12 Fakta Kematian Bripda Dirja Pratama
-
Misteri Darah di Mulut Bripda Dirja Pratama Terjawab, Senior Resmi Tersangka
-
Nasaruddin Umar Ungkap Pernah Serahkan 'Pemberian' ke KPK di Masa Lalu
-
Jejak Karier AKP Arifan Efendi, Kasat Narkoba Toraja Utara Diduga Terima Rp13 Juta Dari Bandar