- AKP Arifan Efendi, Kasat Resnarkoba Polres Toraja Utara, ditempatkan dalam penempatan khusus Polda Sulsel.
- Dugaan kuat melibatkan penerimaan dana rutin bulanan dari bandar narkoba berinisial ET di wilayah Toraja.
- Anggota lain, Aiptu Nasrul, turut diamankan pada 19 Februari 2026 untuk memudahkan proses pemeriksaan internal.
SuaraSulsel.id - Nama AKP Arifan Efendi mendadak menjadi sorotan publik setelah perwira polisi itu diamankan dan ditempatkan dalam penempatan khusus (patsus) oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Selatan.
Ia yang menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) Polres Toraja Utara diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.
Penempatan khusus dilakukan menyusul pemeriksaan internal atas dugaan penerimaan aliran dana dari seorang bandar narkoba di wilayah Toraja.
Selain AKP Arifan, seorang anggota yang menjabat sebagai Kanit Narkoba, Aiptu Nasrul, juga turut diamankan.
Kepala Bidang Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Zulham Effendy, membenarkan penindakan tersebut.
"Sudah kita tempatkan dalam patsus," ujar Zulham, Minggu, 22 Februari 2026.
Kasus ini menjadi perhatian luas karena jabatan yang diemban AKP Arifan tergolong strategis.
Sebagai Kasat Resnarkoba, ia memiliki tanggung jawab utama dalam memimpin upaya pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah Toraja Utara daerah yang dikenal sebagai destinasi wisata internasional dan terus berkembang secara ekonomi.
Perjalanan Karier
Baca Juga: Enam Anggota Polisi Diperiksa Terkait Kematian Anak Buah Kapolres Pinrang
Sebelum menduduki jabatan Kasat Resnarkoba pada 2025, AKP Arifan memiliki rekam jejak panjang di jajaran Polda Sulawesi Selatan.
Pada 2019, ia menjabat sebagai Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mappadeceng. Selain memimpin wilayah hukum tersebut, ia juga bertugas sebagai penyidik.
Setahun kemudian, pada 2020, ia kembali dipercaya memimpin Polsek Mappadeceng.
Kariernya berlanjut pada 2022 ketika ia diangkat menjadi Kapolsek Malangke, Luwu Utara.
Jabatan di tingkat sektor tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya sebagai perwira menengah di lingkungan Polda Sulsel.
Pengalaman memimpin di sejumlah wilayah itu kemudian mengantarkannya pada posisi strategis sebagai Kasat Resnarkoba Polres Toraja Utara pada 2025. Jabatan ini bukan posisi biasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional
-
10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
-
Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari
-
Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar