SuaraSulsel.id - Mahasiswa Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo Muh Ardianto Palla, melakukan unjuk rasa seorang diri. Depan Gedung Rektorat Kampus, Rabu (06/01/2021).
Dalam aksi solo, Ardianto mengaku kecewa dengan Kampus Universitas Andi Djemma Palopo. Kerena tidak menepati janji atas dispensasi yang diberikan terhadap mahasiswa yang terdampak Banjir Bandang yang ada di Luwu Utara.
Mengutip dari KabarMakassar.com -- jaringan Suara.com, sebelumnya Mahasiwa Fakultas Teknik Sipil Unanda Palopo ini telah melakukan aksi unjuk rasa di kampus pada tanggal 5 Oktober 2020, dengan membawa tuntutan berupa pembebasan BPP terhadap mahasiswa yang terkena banjir bandang yang ada di Luwu Utara.
"Aksi yang saya lakukan seorang diri ini adalah sebagai bentuk rasa kekecewaan saya terhadap pihak Kampus UNANDA Palopo, kerena jiwa kemanusiaan tidak ada sama sekali terhadap saudara kami mahasiwa yang terkena banjir bandang yang ada di Luwu Utara, sampai saat ini tidak ada kejelasan mengenai keringanan yang diberikan kepada mereka," ungkapnya.
Ardianto juga menyampaikan bahwa dirinya menagih perkataan Wakil Rektor I UNANDA Palopo Suardi, yang mengatakan tuntutan tentang pembebasan biaya BPP terhadap mahasiswa korban banjir bandang di Luwu Utara sudah dipenuhi pihak Kampus, pada saat menyerap aspirasi mahasiswa Teknik Sipil.
"Saya hadir di depan Rektorat Kampus UNANDA Palopo ini menagih pula perkataan Wakil Rektor I Unanda tentang pembebasan Biaya Penyelenggara Pendidikan (BPP) kepada Mahasiswa yang terdampak bandang bandang di Luwu Utara. Jangan sampai perkataan tersebut memberikan harapan palsu kepada mahasiswa yang terdampak banjir bandang, jika hal tersebut terjadi maka saya katakan jiwa kemanusian para pimpinan kampus Unanda Palopo ini teleh hilang," kata Apet sapaan akrab Ardianto.
Diketahui, dalam aksi solo tersebut Apet membawa beberapa tuntutan yakni mendesak kampus menepati janji pembebasan BPP kepada mahasiswa dan segera realisasikan penggratisan BPP kepada mahasiswa terdampak banjir bandang Luwu Utara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Mengerikan! Bripda Dirja Pratama Tewas Dianiaya Usai Salat Subuh
-
12 Fakta Kematian Bripda Dirja Pratama
-
Misteri Darah di Mulut Bripda Dirja Pratama Terjawab, Senior Resmi Tersangka
-
Nasaruddin Umar Ungkap Pernah Serahkan 'Pemberian' ke KPK di Masa Lalu
-
Jejak Karier AKP Arifan Efendi, Kasat Narkoba Toraja Utara Diduga Terima Rp13 Juta Dari Bandar