SuaraSulsel.id - Lembaga Survei Celebes Research Center (CRC) merilis hasil survei elektabilitas calon jelang Pilkada di Kota Makassar.
Dari hasil survei, elektabilitas calon di Pilwali, suara terlihat masih dikuasai oleh pasangan nomor urut 1, Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (ADAMA).
CRC mencatat elektabilitas nomor urut 1 (Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi) sebesar 45,9 persen.
Disusul nomor urut 2 (Munafri Arifuddin-Rahman Bando) 35,2 persen, lalu nomor urut 3 (Syamsu Rizal-Fadly Ananda) 9,6 persen dan posisi terakhir ditempati pasangan nomor urut 4 (Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Nurdin Halid) 6,6 persen.
Kendati survei ADAMA yang tertinggi, tetapi elektabilitas Appi-Rahman dinilai yang paling melejit. Survei Appi-Rahman naik 11,7 persen dari survei sebelumnya pada bulan September lalu.
Sementara ADAMA, kenaikannya hanya 5,5 persen dari survei sebelumnya yang ada di posisi 40,4.
"Ada kenaikan 11,7 persen dari survei kami sebelumnya yang hanya 23,5 persen untuk nomor urut 2. Itu survei di bulan September dan rilis bulan Oktober lalu," kata Manajer Riset CRC, Muhammad Nur Hidayat, Kamis (3/12/2020).
Hidayat menambahkan kenaikan elektabilitas Appi-Rahman bisa jadi karena berhasil meraup suara pasangan nomor urut 3. Elektabilitas DILAN sendiri turun ke posisi 9,6 persen.
"Sebelumnya 14,9 persen. Ada pengurangan sekitar 5,3 persen. Kami menduga kenaikan suara pasangan Appi-Rahman karena berhasil meraup suara dari pasangan DILAN. Ada peralihan dukungan," Nur Hidayat.
Baca Juga: Sempat Menolak, Nurdin Abdullah Akhirnya Diperiksa Bawaslu Secara Virtual
Selain itu, pasangan Appi-Rahman juga dinilai mampu menarik suara swing voter. CRC mencatat, swing voter pada survei sebelumnya ada 12 persen, kini sisa 2,7 persen saja.
"Jadi nomor urut 2 lebih mampu menjangkau semua titik di Kota Makassar. Pergerakannya lebih masif jelang pemilihan. Termasuk berhasil meraup suara swing voters," jelasnya.
Diketahui, survei ini menjangkau seluruh masyarakat Kota Makassar yang sudah memiliki hak pilih, yaitu berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.
CRC menggunakan sampel sebanyak 1.000 responden dengan metode penarikan sampel multistage random sampling.
Memiliki toleransi kesalahan dugaan kurang lebih 3,0 persen pada selang kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari 15 kecamatan yang terdistribusi secara proporsional.
Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara tatap muka langsung dengan menggunakan kuesioner pada 23-28 November 2020.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
-
Cuaca Ekstrem Terjang Makassar, 19 Rumah dan Satu Mobil Rusak
-
Berapa Jumlah Pajak Warga Sulsel Sepanjang 2025? Ini Data Perpajakan
-
Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Malam Pintu Langit Dibuka
-
Tawuran Lagi! Satu Warga Tewas di Makassar