- Kanwil DJP Sulselbartra menghimpun total penerimaan pajak sebesar Rp15,86 triliun dari tiga provinsi pada 2025.
- Realisasi penerimaan pajak mencapai 83,92 persen dari target pemerintah pusat yang ditetapkan Rp18,91 triliun.
- Kontribusi terbesar penerimaan pajak berasal dari PPN dan PPnBM dengan total perolehan mencapai Rp5,3 triliun.
SuaraSulsel.id - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perpajakan (DJP) Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbartra) menghimpun pajak dari tiga provinsi yakni Sulsel, Sulbar, dan Sultra, sebesar Rp15,86 triliun pada 2025.
Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan Kanwil DJP Sulselbartra Adnan Muis di Makassar, Sulsel, mengungkapkan penerimaan pajak yang ditargetkan pemerintah pusat sebesar Rp18,91 triliun dan telah tercapai Rp15,86 triliun atau sekitar 83,92 persen.
"Untuk penerimaan pajak tahun tetap tumbuh positif, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang selalu mencapai dan melampaui target," ujarnya, mengutip dari Antara, Minggu (1/12).
Adnan mengatakan DJP Sulselbartra yang membawahi tiga provinsi ini mengatakan penerimaan jika membandingkan secara tahunan atau year on year (yoy) memang mengalami kontraksi, baik secara bruto maupun netto di kisaran 3 persen.
Ia merinci untuk Provinsi Sulsel penerimaan pajak ditargetkan Rp13,35 triliun dan telah tercapai Rp11,29 triliun atau 84,59 persen.
Di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengumpulkan pajak sebesar Rp784 miliar dari target Rp998 miliar atau 78,61 persen.
Sementara, di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) target penerimaan mencapai Rp4,56 triliun dan telah tercapai Rp3,78 triliun atau 83,06 persen.
Menurutnya, kontribusi penerimaan berasal dari berbagai jenis pajak utama yang menjadi tulang punggung pendapatan negara di daerah.
Rinciannya, penerimaan dari pajak penghasilan (PPh) tercatat sebesar Rp4,9 triliun.
Baca Juga: Luwu Raya Siap Jadi Provinsi? Sekda Sulsel Telpon Dirjen Otonomi Daerah
Sementara itu, pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) memberikan kontribusi terbesar dengan nilai mencapai Rp5,3 triliun.
"Untuk pajak bumi dan bangunan (PBB), realisasi penerimaan mencapai Rp76,4 miliar, sedangkan pajak lainnya menyumbang Rp1,1 triliun," tuturnya.
Adnan menambahkan pihaknya akan terus memperkuat strategi pengawasan dan pendataan potensi pajak.
Sekaligus meningkatkan pelayanan kepada wajib pajak, guna mendorong optimalisasi penerimaan hingga akhir tahun serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional dan daerah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Siap Kerja! Kolaborasi Hino dan SMKN 5 Makassar Perkuat Kompetensi Siswa
-
Warga Makassar, Saatnya Wujudkan Impian Punya Rumah dan Kendaraan Lewat BRI Consumer Expo 2026
-
Ayah Asyik Nonton Piala Dunia, Anak Tewas Terjebak Kebakaran
-
Mantan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Lawan Kejati: Kenapa Saya, Bukan Kepala Dinas?
-
Jeratan Rentenir di Tengah Krisis Iklim: Nasib Perempuan, Lansia, dan Disabilitas