- Pemimpin Redaksi Suara.com menyatakan kunjungan website media turun drastis akibat pergeseran audiens ke medsos dan AI Overview.
- Penurunan signifikan terjadi karena Generasi Z memilih ringkasan AI dan media sosial dibanding mengklik tautan berita daring.
- Pelatihan AI Tools for Journalists digelar di Makassar pada Februari 2026 untuk meningkatkan adaptasi jurnalis terhadap teknologi baru.
SuaraSulsel.id - Perubahan lanskap media digital yang kian cepat memaksa industri pers untuk beradaptasi. Media berbasis website yang selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung distribusi berita, kini menghadapi tantangan serius seiring pergeseran perilaku audiens terutama generasi muda yang semakin meninggalkan website dan beralih ke media sosial serta platform berbasis kecerdasan buatan.
Hal tersebut diungkapkan Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono pada pelatihan AI Tools for Journalists di Makassar, Senin, 2 Februari 2026.
Suwarjono menyebut kondisi ini sebagai masa yang berat bagi media daring.
Ia mengakui grafik kunjungan website media nasional mengalami penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
"Ini masa yang berat bagi teman-teman media yang selama ini mengelola platform berbasis website. Hampir semua grafik media nasional turun sampai 40 persen dalam dua bulan terakhir, Desember hingga Januari," kata Suwarjono.
Menurutnya, ada dua faktor utama yang mendorong penurunan tersebut. Pertama, perubahan perilaku audiens, khususnya Generasi Z yang tidak lagi menjadikan website sebagai sumber utama konsumsi informasi.
Kedua, kehadiran teknologi AI overview yang membuat pembaca cukup mendapatkan ringkasan informasi tanpa harus mengklik tautan berita.
"Sekarang orang cukup ke AI overview. Mereka tidak lagi klik website media. Selesai," ujarnya.
Suwarjono menjelaskan Generasi Z yang jumlahnya mencapai sekitar 27,94 persen dari total penduduk Indonesia menjadi aktor utama dalam perubahan ini. Lahir dan tumbuh di era digital, generasi ini nyaris tidak memiliki keterikatan dengan media konvensional maupun website berita.
Baca Juga: Kaesang Tiba di Makassar, Siap Sulap Sulawesi Jadi Kandang Gajah
"Kalau ke kampus-kampus, apakah mereka masih baca website? Apalagi koran. Televisi juga sudah tidak. Bahkan YouTube, data pengguna Gen Z itu di bawah 10 persen. Mereka sangat media sosial," katanya.
Perilaku ini, lanjut Suwarjono, berimbas langsung pada perubahan model bisnis media. Dalam berbagai pertemuan dengan BUMN, perbankan, hingga perusahaan swasta, pertanyaan yang muncul hampir selalu berkisar pada performa media sosial.
"Mereka bertanya (followers) IG-nya berapa, TikTok-nya berapa, bagaimana engagement-nya. Tidak ada lagi yang tanya grafik website," ucapnya.
Situasi tersebut mendorong media, termasuk Suara.com untuk mengubah strategi. Suwarjono menekankan pentingnya media, terutama jurnalis untuk lebih serius menggarap konten di Instagram dan TikTok sebagai kanal utama distribusi berita.
"Permintaan di media sosial ini sangat besar. Kita harus masuk ke sana kalau tidak mau tertinggal," katanya.
Meski demikian, Suwarjono menegaskan bahwa ancaman terbesar bagi jurnalisme bukanlah kecerdasan buatan. Menurutnya, AI justru bisa menjadi alat bantu yang memperkuat kerja jurnalistik, selama insan pers mau belajar dan beradaptasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Unhas Kenalkan Pengering Pala Bertenaga Surya di Fakfak
-
Uang Nasabah Hilang Misterius? Polda Gorontalo Bongkar Kejahatan Pegawai Bank
-
Kabar Baik dari Mendagri: PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi PNS
-
Jalan Aroepala Makassar-Gowa Rampung, Kenapa Belum Dibuka? Ini Alasannya
-
25 Ribu Rumah Subsidi untuk Sulawesi Selatan