- Polisi Makassar menyelidiki tawuran pemuda Kampung Sapiria dan Layang yang menewaskan satu warga.
- Korban tewas bernama Basir Daeng Ngalle (40) akibat tertancap anak panah saat melerai bentrokan.
- Pasca-kejadian, aparat menjaga lokasi di Kanal Kandea dan mengumpulkan keterangan saksi guna mengejar pelaku.
SuaraSulsel.id - Kepolisian menyelidiki kasus tawuran yang mengakibatkan seorang warga tewas terkena anak panah saat berusaha melerai pertikaian antarpemuda kampung Sapiria dan Layang di Kandea, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan.
"Masih penyelidikan. Anggota masih di lapangan (kumpul bahan keterangan)," ujar Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana, Sabtu (31/1)
Ia membenarkan kejadian tawuran antarpemuda tersebut pada Jumat (30/1) di area Kanal Kandea, dekat Masjid Al-Markas Al-Islami Tallo mengakibatkan seorang warga bernama setempat bernama Basir Daeng Ngalle (40) tewas.
Korban mengalami luka serius pada bagian dadanya karena tertancap anak panah. Meski korban dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
"Iya, betul (satu meninggal dunia) umur korban 40 tahun. Kena dada, busurnya (anak panah). Masih diselidiki," katanya menuturkan.
Usai kejadian perang kelompok itu, tim gabungan Unit Jatanras Polrestabes Makassar, Resmob Polda Sulawesi Selatan, beserta personel Polsek Tallo masih berjaga-jaga di lokasi mengantisipasi tawuran susulan.
Selain melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti lainnya, termasuk mengejar pelakunya, personel kepolisian juga sudah di tempatkan pada lokasi setempat.
"Kami mengimbau agar masyarakat tetap tenang, (tidak terprovokasi) percayakan kepada kepolisian. Tapi, mudah-mudahan (penempatan personil) ini aman," tuturnya.
Salah seorang saksi mata inisial JHD menceritakan, ketika melihat enam orang terduga pelaku dari kelompok pemuda Jalan Layang masuk ke wilayah Kampung Sapiria. Mereka membawa senjata tajam, busur dan bensin hendak membakar mobil warga.
Baca Juga: Jokowi Turun Gunung untuk Demi PSI: Saya Masih Sanggup Sampai Kecamatan!
Rencana pembakaran mobil yang parkir di samping SD Inpres Baraya 2 itu diketahui empat orang, langsung direspons dengan melakukan perlawanan hingga tawuran pecah.
"Mereka memang masuk ke sini, mau bakar mobil. Ada dua mobil mau dia bakar, mereka bawa bensin jumlahnya enam orang bawa busur panah juga ada parang," ucapnya.
Saat terjadi tawuran, korban berusaha melerai perang kelompok itu dengan menyuruh pemuda Sapiria masuk agar pertikaian itu tidak meluas. Naas, anak panah malah tertancap di dadanya.
"Dia (korban) mau suruh mundur anak-anak itu yang perang, coba menghalau. Mau dilerai, dia di depan tapi kena busur, di sininya (bagian dada). Tadi, banyak sekali orang saling serang pakai busur, ada juga bawa parang," katanya menuturkan.
Kejadian tawuran antarkelompok pemuda tersebut bukan kali ini pecah. Beberapa waktu lalu, sejumlah rumah dibakar, kendaraan dirusak hingga menimbulkan korban jiwa. Pertikaian dua kampung tersebut sudah lama berlangsung sejak 1989 lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Malam Pintu Langit Dibuka
-
Tawuran Lagi! Satu Warga Tewas di Makassar
-
Jokowi Turun Gunung untuk Demi PSI: Saya Masih Sanggup Sampai Kecamatan!
-
Sosok Salim S. Mengga yang Wafat di Makassar, Rekan Seangkatan Presiden Prabowo di Akmil 1974
-
Pertemuan Buntu, Mahasiswa Luwu Ancam Kembali Blokade Trans Sulawesi