SuaraSulsel.id - Dosen Sosiologi Universitas Hasanuddin Rahmat Muhammad mengaku prihatin dengan adanya gesekan antara pendukung di pelaksanaan pilkada serentak 2020.
Rahmat mengatakan, perlu kedewasaan dalam proses politik. Semua pihak harus ikut bertanggung jawab dalam menjalankan pilkada yang aman dan damai.
“Semua pihak yang terlibat harus diberi edukasi,” kata Rahmat, Sabtu (14/11/2020).
Masyarakat harus memahami esensi Pilkada. Pergerakan pendukung sangat dipengaruhi cara berpikir dan karakter calon.
Dia mengatakan, aparat penegak hukum juga harus tegas mengusut semua pelanggaran. Agar masyarakat tidak mudah melakukan pelanggaran hukum. Akibat kaburnya penegakan hukum itu sendiri.
Rahmat juga meminta media memberikan pemberitaan yang mendidik. Tidak ikut-ikutan memanas-manasi situasi. Jangan menjadi provokator.
Media yang sehat harus berbasis fakta. Orientasinya menyebarluaskan informasi untuk kebaikan semua pihak.
“Pembaca akan meninggalkan media yang tidak sehat dalam memberitakan,” katanya.
Narasi dan ujaran kebencian, fitnah, hoaks, dan disinformasi harus diberantas. Apalagi memanfaatkan jasa pendengung untuk menyerang lawan. Menggunakan akun anonim. Akan merusak demokrasi.
Baca Juga: Dihujat Warganet, Begini Respon Gibran Rakabuming
“Tidak bertanggung jawab,” kata Rahmat.
Rahmat meminta masyarakat melihat momentum pilkada sebagai permainan sesaat. Tidak boleh mengorbankan segalanya.
Masyarakat harus saling mengedukasi untuk mencari pemimpin yang akan mensejahterakan rakyat. Semua harus diawali dengan niat baik, cara yang baik, dan muaranya hasil yang baik.
“Berbeda pilihan itu wajar. Tapi tidak harus ciptakan kebencian,” kata Rahmat.
Menurut Rahmat, semua calon kepala daerah normatifnya adalah orang-orang baik. “Mereka mudah bersatu dan berteman lagi dengan lawannya usai pilkada,” katanya.
Jika penyelenggara pilkada bermasalah, masyarakat diminta berani melaporkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Stres, Cemas, atau Butuh Teman Cerita di Makassar? Ini Lokasi 'Pojok Curhat' Bisa Anda Kunjungi
-
Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang
-
BRI Peduli Perkuat Posyandu Matahari, Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini
-
Rahasia Warga Sulsel Tetap Antusias Daftar Haji Meski Masa Tunggu Puluhan Tahun
-
Penantian 1 Tahun Berbuah Manis, Jurnal Al-Daulah UIN Alauddin Tembus Scopus