SuaraSulsel.id - Jelang mogok massal yang rencananya akan dilakukan organisasi Buruh pada tanggal 6, 7 dan 8 Oktober 2020, Batalyon A Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel menggelar apel pengecekan peralatan dan personel di Halaman Mako Batalyon A Pelopor, Senin (05/10/2020).
Apel pengecekan ini dilaksanakan, terkait penolakan UU Omnibus Law dan pemutusan hubungan kerja akibat Covid-19 di Kota Makassar.
Apel pengecekan dipimpin Komandan Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Muhammad Anis. Serta diikuti oleh 3 SSK (Satuan Setingkat Kompi) PHH. Serta 3 Tim Anti Anarkis Batalyon A Pelopor.
Apel ini juga dihadiri oleh Kasubbag Dalops Satbrimob Polda Sulsel AKP Mursalim, Wadanyon A Pelopor AKP Mansur, Kasi Yanma Satbrimob Polda Sulsel AKP Mihajuddin serta Pejabat Utama Batalyon A Pelopor.
Dalam arahannya, Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Anis mengatakan, dengan dilaksanakannya apel gelar pasukan ini, diharapkan dapat mengetahui kesiapan pasukan pengamanan serta peralatan yang akan digunakan.
Dansat Brimob menuturkan, sebagai kekuatan tangan Kapolda Sulsel, jajaran Sat Brimob Polda Sulsel dapat melaksanakan tugas dengan baik. Yaitu mengantisipasi mogok massal dari buruh.
"Sebagai pasukan Power On Hand Kapolda, personel Sat Brimob Polda Sulsel dapat melaksanakan tugasnya dengan mangantisipasi mogok massal tersebut," tutur Anis.
"Dalam masa pandemi Covid-19 seluruh warga masyarakat agar tidak melaksanakan kegiatan aksi unjuk rasa. Ataupun kegiatan berkumpul, karena dapat menimbulkan penyebaran Covid-19 yang semakin meluas," tambah Anis.
Dansat Brimob menyampaikan pedoman yang harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab. Yakni jaga kesehatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, antisipasi terjadinya penyusupan dan provokasi, lakukan pengamanan secara profesional, prosedural, dan humanis.
Baca Juga: YLBHI Curiga Omnibus Law Pesanan, Dilakukan Diam-diam oleh Maling
Komandan Batalyon A Pelopor AKBP Darminto mengatakan, apel gelar pasukan ini sebagai barometer untuk mengetahui kesiapan personel maupun peralatan Satbrimob Khusunya Batalyon A Pelopor
"Apel gelar pasukan ini sebagai tolak ukur dalam mengetahui kesiapan satuan, baik itu personel, perlengkapan maupun peralatan yang akan digunakan," katanya.
Darminto berharap rencana aksi mogok massal tersebut dapat berjalan dengan baik. Serta tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga penyebaran Covid-19 tidak meluas.
Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan perlengkapan personil serta kendaraan operasional.
Pengecekan dilakukan dengan sangat detail mulai dari kelengkapan perorangan seperti Alsus PHH serta Senjata Laras Licin yang dibawa.
Serta Amunisi yang digunakan dalam bertindak hal itu dilaksanakan untuk menghindari kesalahan prosedur pada saat bertindak.
Selain mengecek perlengkapan masing – masing personel kemudian beralih untuk mengecek kendaraan operasional seperti truk angkut personel dan kendaraan roda dua yang merupakan pendukung keberhasilan tugas – tugas personel di lapangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Sudah 34 Tahun, Penjual Kambing di Trotoar Ditertibkan Pemkot Makassar
-
DPRD Pilih Kepala Daerah: Benarkah Lebih Efisien, Atau Hanya Memindahkan Ruang Transaksi Politik?
-
Pedagang Bisa Dipidana Lima Tahun Jika Naikkan Harga Jelang Ramadan
-
Viral Selebgram Makassar Hirup Whip Pink, Polisi: Sudah Dipantau Sejak Lama
-
Kronologi Dugaan Kekerasan di SMAN 20 Makassar, Korban Trauma Tidak Mau Sekolah