- Disnakertrans Sulawesi Selatan menyiapkan program edukasi keselamatan kerja bagi siswa sekolah dasar mulai November 2026.
- Program tersebut melibatkan pelatihan bagi guru sekolah dan memanfaatkan dukungan kolaborasi bersama perusahaan di Sulawesi Selatan.
- Inisiatif ini bertujuan membentuk kebiasaan keselamatan kerja sejak dini untuk meningkatkan produktivitas sumber daya manusia masa depan.
SuaraSulsel.id - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai menyiapkan program edukasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi siswa sekolah dasar (SD).
Mulai November 2026, siswa kelas V SD akan menjadi sasaran pembinaan agar kesadaran menjaga keselamatan tumbuh sejak dini, sebelum mereka memasuki dunia kerja
Program ini dirancang untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang memahami pentingnya keselamatan sejak dini, jauh sebelum mereka memasuki dunia kerja.
Kepala Disnakertrans Sulsel Jayadi Nas mengatakan program tersebut akan menyasar siswa SD, terutama mulai kelas V.
Baca Juga:Ini Strategi Awal Appi Sebagai Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan
Pembinaan direncanakan dimulai pada November 2026 dengan melibatkan sekolah-sekolah binaan perusahaan yang tersebar di sejumlah wilayah Sulsel.
Jayadi mengatakan pendidikan K3 sejak dini diharapkan dapat membentuk kebiasaan yang terus terbawa hingga anak-anak tumbuh dewasa dan memasuki lingkungan kerja.
“Kita ingin dari kecil dia dibiasakan dengan pendidikan K3, maka dia akan menjadi suatu kebiasaan dalam kehidupannya saat sudah masuk dunia kerja. K3 itu adalah investasi besar bagi perusahaan,” kata Jayadi saat konsultasi publik program pembinaan K3 usia dini di Aula Sipakainga' Disnakertrans Sulsel, Senin (26/10/2026).
Ia menilai, penerapan K3 bukan sekadar kewajiban perusahaan untuk memenuhi aturan, melainkan juga investasi jangka panjang dalam membangun lingkungan kerja yang aman dan produktif.
“Kalau K3-nya bagus, maka insyaallah tingkat produktivitas itu tidak sulit untuk kita capai di setiap perusahaan kelak,” ujarnya.
Baca Juga:Andi Sudirman Masuk Daftar 10 Gubernur Berkinerja Baik Versi Anak Muda
Jayadi mengungkapkan program tersebut akan memanfaatkan keberadaan perusahaan-perusahaan yang selama ini memiliki sekolah binaan. Potensi itu dinilai menjadi peluang untuk memperluas pendidikan K3 tanpa harus sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah.
Sejumlah perusahaan yang disebut memiliki sekolah binaan antara lain PT PLN, Pelindo, PT Semen Tonasa, PT Vale Indonesia, dan Bosowa.
Melalui program ini, perusahaan diharapkan mengambil peran dalam mendukung pendidikan keselamatan di sekolah-sekolah yang berada di sekitar wilayah operasional mereka.
"Banyak perusahaan-perusahaan yang memiliki sekolah-sekolah binaan dan mereka sangat berkepentingan dengan K3 itu. Nah, kita memanfaatkan saja,” tuturnya.
Guru Dilatih Sebelum Siswa
Dalam pelaksanaannya, Disnakertrans Sulsel tidak akan langsung memberikan pembinaan kepada siswa.