Disnakertrans Sulsel Gandeng Perusahaan Edukasi K3 Anak SD

Mulai November 2026, siswa kelas V SD akan menjadi sasaran pembinaan agar kesadaran menjaga keselamatan tumbuh sejak dini

Muhammad Yunus
Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53 WIB
Disnakertrans Sulsel Gandeng Perusahaan Edukasi K3 Anak SD
Konsultasi publik program pembinaan K3 usia dini di Aula Sipakainga' Disnakertrans Sulsel, Senin (26/10/2026) [SuaraSulsel.id/Humas Pemprov Sulsel]
Baca 10 detik
  • Disnakertrans Sulawesi Selatan menyiapkan program edukasi keselamatan kerja bagi siswa sekolah dasar mulai November 2026.
  • Program tersebut melibatkan pelatihan bagi guru sekolah dan memanfaatkan dukungan kolaborasi bersama perusahaan di Sulawesi Selatan.
  • Inisiatif ini bertujuan membentuk kebiasaan keselamatan kerja sejak dini untuk meningkatkan produktivitas sumber daya manusia masa depan.

SuaraSulsel.id - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai menyiapkan program edukasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi siswa sekolah dasar (SD).

Mulai November 2026, siswa kelas V SD akan menjadi sasaran pembinaan agar kesadaran menjaga keselamatan tumbuh sejak dini, sebelum mereka memasuki dunia kerja

Program ini dirancang untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang memahami pentingnya keselamatan sejak dini, jauh sebelum mereka memasuki dunia kerja.

Kepala Disnakertrans Sulsel Jayadi Nas mengatakan program tersebut akan menyasar siswa SD, terutama mulai kelas V.

Baca Juga:Ini Strategi Awal Appi Sebagai Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan

Pembinaan direncanakan dimulai pada November 2026 dengan melibatkan sekolah-sekolah binaan perusahaan yang tersebar di sejumlah wilayah Sulsel.

Jayadi mengatakan pendidikan K3 sejak dini diharapkan dapat membentuk kebiasaan yang terus terbawa hingga anak-anak tumbuh dewasa dan memasuki lingkungan kerja.

“Kita ingin dari kecil dia dibiasakan dengan pendidikan K3, maka dia akan menjadi suatu kebiasaan dalam kehidupannya saat sudah masuk dunia kerja. K3 itu adalah investasi besar bagi perusahaan,” kata Jayadi saat konsultasi publik program pembinaan K3 usia dini di Aula Sipakainga' Disnakertrans Sulsel, Senin (26/10/2026).

Ia menilai, penerapan K3 bukan sekadar kewajiban perusahaan untuk memenuhi aturan, melainkan juga investasi jangka panjang dalam membangun lingkungan kerja yang aman dan produktif.

“Kalau K3-nya bagus, maka insyaallah tingkat produktivitas itu tidak sulit untuk kita capai di setiap perusahaan kelak,” ujarnya.

Baca Juga:Andi Sudirman Masuk Daftar 10 Gubernur Berkinerja Baik Versi Anak Muda

Jayadi mengungkapkan program tersebut akan memanfaatkan keberadaan perusahaan-perusahaan yang selama ini memiliki sekolah binaan. Potensi itu dinilai menjadi peluang untuk memperluas pendidikan K3 tanpa harus sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah.

Sejumlah perusahaan yang disebut memiliki sekolah binaan antara lain PT PLN, Pelindo, PT Semen Tonasa, PT Vale Indonesia, dan Bosowa.

Melalui program ini, perusahaan diharapkan mengambil peran dalam mendukung pendidikan keselamatan di sekolah-sekolah yang berada di sekitar wilayah operasional mereka.

"Banyak perusahaan-perusahaan yang memiliki sekolah-sekolah binaan dan mereka sangat berkepentingan dengan K3 itu. Nah, kita memanfaatkan saja,” tuturnya.

Guru Dilatih Sebelum Siswa

Dalam pelaksanaannya, Disnakertrans Sulsel tidak akan langsung memberikan pembinaan kepada siswa.

Tahap awal justru difokuskan pada peningkatan kapasitas guru agar mereka memiliki bekal yang cukup untuk mengajarkan prinsip-prinsip K3 kepada anak didik.

Jayadi menjelaskan, setiap sekolah direncanakan mengirimkan dua guru untuk mengikuti pelatihan training of trainers (ToT) atau pelatihan bagi calon pelatih.

Para guru tersebut akan mendapatkan pembekalan dari guru besar dan dewan pakar sebelum menerapkan materi K3 di sekolah masing-masing.

Dengan pola ini, guru diharapkan menjadi penggerak utama yang memastikan edukasi keselamatan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Kita utamakan guru-gurunya dulu. Guru yang menangani persoalan itu dua orang di setiap sekolah. Kita ada sekolah-sekolah binaan, ditambah dengan perusahaan yang berada di situ untuk ToT,” jelas Jayadi.

Setelah mengikuti pelatihan, para guru akan meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada siswa di sekolah binaan perusahaan.

Materi pembinaan diharapkan dapat disesuaikan dengan usia anak sehingga prinsip keselamatan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Keterlibatan perusahaan menjadi salah satu kunci program tersebut. Selain mendukung pelatihan, perusahaan diharapkan membantu memastikan pembinaan dapat berjalan di sekolah-sekolah yang telah menjadi bagian dari program tanggung jawab dan pendampingan mereka.

Jayadi menilai jaringan perusahaan yang memiliki sekolah binaan menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan edukasi K3 di Sulsel.

Manfaatkan Dukungan Perusahaan Tanpa APBD

Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah, Disnakertrans Sulsel berupaya merancang program tersebut dengan memaksimalkan kolaborasi bersama dunia usaha.

Jayadi mengatakan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan inovasi dalam menyiapkan SDM yang memahami keselamatan kerja.

“Kemampuan kita mendesain sesuatu dengan zero APBD itu karena kita tahu keterbatasan anggaran kita. Tapi jangan kita berhenti di situ. Harus ada upaya-upaya lain,” katanya.

Ia menyebut sejumlah perusahaan telah memiliki potensi untuk mendukung pembinaan di sekolah-sekolah sekitar wilayah operasionalnya.

Dukungan tersebut akan dimanfaatkan untuk menjalankan program tanpa sepenuhnya membebankan pembiayaan kepada APBD.

Program pembinaan K3 usia dini dijadwalkan mulai berjalan pada November 2026. Jika pelaksanaannya berjalan baik, Disnakertrans Sulsel berencana memperluas sasaran ke jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK).

Menurut Jayadi, siswa SMK merupakan kelompok strategis karena sebagian di antaranya akan segera memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

Bekal pengetahuan K3 sejak sekolah diharapkan membantu mereka memahami pentingnya keselamatan ketika mulai bekerja di perusahaan atau industri.

Disnakertrans Sulsel juga akan menyampaikan inisiatif tersebut kepada Kementerian Ketenagakerjaan sebagai bagian dari upaya mendorong pendidikan K3 yang lebih terstruktur.

“Kami akan sampaikan ke Kementerian Ketenagakerjaan bahwa Sulawesi Selatan siap untuk menyiapkan kurikulum pembelajaran K3 bagi anak-anak kita,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini