- Karhutla melanda hutan dan pemakaman tradisional tebing batu di Toraja Utara pada 23–24 Oktober 2026.
- Api diduga sengaja dibakar seseorang yang melarikan diri saat dikejar warga di lokasi kejadian.
- Tim gabungan memadamkan api secara manual karena medan sulit dan kendaraan tidak bisa masuk.
Sementara itu laporan masyarakat menyebut jumlah peti jenazah yang terdampak diperkirakan mencapai ratusan.
Namun, jumlah pasti Liang, peti jenazah, maupun jasad yang terdampak masih perlu dipastikan melalui pendataan lebih lanjut.
Untuk menghitung jumlahnya juga, kata Riantho butuh waktu sebab kuburannya di tebing.
Liang batu merupakan salah satu bentuk pemakaman tradisional masyarakat Toraja. Peti jenazah ditempatkan di lubang atau ruang pada tebing batu, yang umumnya digunakan oleh anggota keluarga atau rumpun keluarga yang sama.
Baca Juga:Puluhan Ribu Kasus ISPA Tercatat di Sultra, Warga Kolaka Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Keberadaan liang batu tidak hanya berkaitan dengan tradisi pemakaman, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Toraja yang diwariskan secara turun-temurun.
Pemadaman Terkendala Akses
Proses pemadaman kebakaran di kawasan tersebut tidak berjalan mudah. Tim gabungan harus menghadapi medan yang sulit karena kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau titik kebakaran.
Riantho mengatakan kondisi akses jalan menjadi kendala utama bagi petugas untuk mencapai lokasi dan memadamkan api dengan peralatan yang tersedia.
"Kendaraan kami tidak memungkinkan masuk ke dalam untuk melakukan pemadaman karena akses jalan yang susah," tuturnya.
Baca Juga:Kebakaran Hutan Karst Maros-Pangkep Ancam Lukisan Prasejarah Berusia 45.000 Tahun
Untuk mengatasi kendala tersebut, personel Satpol PP dan Damkarmat Toraja Utara menggunakan peralatan dari Manggala Agni.
Pemadaman juga dilakukan bersama tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP dan Damkarmat Toraja Utara, Manggala Agni, kelompok pecinta alam (KPA), Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.
Petugas harus masuk ke kawasan terdampak untuk melakukan pemadaman mengingat api telah menjalar di area hutan hingga pemakaman tradisional.
Riantho mengatakan penanganan kebakaran melibatkan seluruh unsur yang berada di lapangan untuk membantu memadamkan api di tengah keterbatasan akses menuju lokasi.
"Artinya tim gabunganlah. Kami dari Satpol PP dan Damkar Toraja Utara, Manggala Agni, KPA, Babinsa, Bhabinkamtibmas masuk ke dalam di situ melakukan pemadaman," ungkapnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing