- Warga Panakkukang, Manggala, dan Rappocini di Makassar merasakan gerimis singkat pada Senin, 7 September 2026.
- Keringnya Bendungan Lekopancing akibat kemarau panjang menurunkan pasokan air bersih bagi ribuan pelanggan.
- BPBD Makassar menyalurkan 4.500 liter air bersih bagi warga Kelurahan Camba Berua pada Senin.
Di Kabupaten Maros, Bendungan Lekopancing yang menjadi salah satu sumber air baku untuk wilayah Maros dan Kota Makassar masih berada dalam kondisi memprihatinkan.
Bendungan tersebut mengering akibat musim kemarau panjang. Kondisi itu telah terjadi sejak Juni 2026 dan disebut menjadi yang terparah dibandingkan situasi saat fenomena El Nino pada 2023.
Tinggi muka air di Bendungan Lekopancing bahkan telah mencapai minus 160 sentimeter (cm). Jauh di bawah batas normal.
Kondisi tersebut terlihat dari peil schaal atau papan indikator yang menunjukkan ketinggian air di saluran air baku.
Baca Juga:Gila! Harga Tiket Pesawat Makassar-Jakarta Tembus Rp6 Juta
Posisi muka air berada di bawah indikator berwarna biru, yang menandakan pasokan air baku berada pada level sangat minim.
Petugas pun harus membuka pintu air atau intake Bendungan Lekopancing hingga 90 cm. Langkah itu dilakukan untuk memastikan masih ada air yang dapat dialirkan menuju saluran air baku.
Kondisi Bendungan Lekopancing turut berdampak terhadap pasokan air bersih bagi sekitar 9.000 pelanggan PDAM Tirta Bantimurung Maros.
Sementara itu, pasokan air yang dapat dialirkan dari Bendung Lekopancing menuju Kota Makassar saat ini maksimal hanya sekitar 2.000 liter per detik.
Angka tersebut turun cukup signifikan dibandingkan kondisi normal yang dapat mencapai 3.600 hingga 4.000 liter per detik.
Baca Juga:Ribuan Warga Makassar Salat Minta Hujan
Krisis air pun semakin terasa di sejumlah wilayah Makassar. Tak hanya pasokan air dari perusahaan daerah air minum yang terbatas, sebagian sumur warga juga mulai mengering akibat kemarau yang berlangsung panjang.
Dampaknya bukan hanya dirasakan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Suhu udara yang terasa semakin panas turut menambah berat kondisi warga yang berada di wilayah terdampak kekeringan.
Pemerintah Kota Makassar pun harus melakukan distribusi air bersih secara terbatas ke sejumlah kecamatan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
4.500 Liter Air untuk Warga Ujung Tanah
Di tengah kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan.
Pada Senin, 7 September 2026, sebanyak 4.500 liter air bersih didistribusikan ke Kelurahan Camba Berua, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar.