2.557 Pendaki Padati Gunung Bawakaraeng untuk Kibarkan Merah Putih, Begini Situasi Terkini

Rangkaian kegiatan pengibaran bendera Merah Putih di puncak gunung untuk memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia

Muhammad Yunus
Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:53 WIB
2.557 Pendaki Padati Gunung Bawakaraeng untuk Kibarkan Merah Putih, Begini Situasi Terkini
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar menggelar Siaga Khusus Merah Putih selama 15–18 Agustus 2026 untuk mengantisipasi berbagai kondisi darurat yang mungkin terjadi selama aktivitas pendakian di Gunung Bawakaraeng, Sulsel [SuaraSulsel.id/Basarnas]
Baca 10 detik
  • Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar menyiagakan 211 personel SAR pada 15 hingga 18 Agustus 2026.
  • Sebanyak 2.557 pendaki memadati Gunung Bawakaraeng, Sulawesi Selatan, untuk memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.
  • Hingga pemantauan hari kedua, seluruh aktivitas pendakian dilaporkan aman tanpa ada laporan kondisi darurat.

SuaraSulsel.id - Sebanyak 2.557 pendaki tercatat melakukan pendakian Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dalam rangkaian kegiatan pengibaran bendera Merah Putih di puncak gunung untuk memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar menggelar Siaga Khusus Merah Putih selama 15–18 Agustus 2026 untuk mengantisipasi berbagai kondisi darurat yang mungkin terjadi selama aktivitas pendakian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan kesiapsiagaan dilakukan untuk memastikan kegiatan pendakian berlangsung aman sekaligus mempercepat respons apabila terjadi kondisi yang membutuhkan pertolongan.

“Kami menyiagakan personel di sejumlah titik strategis sepanjang jalur pendakian hingga kawasan puncak. Fokus kami adalah memastikan seluruh pendaki dapat menjalankan kegiatan dengan aman dan apabila terjadi kondisi darurat, tim dapat segera memberikan pertolongan,” ujar Muhammad Arif Anwar.

Baca Juga:Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka

Pada hari kedua pelaksanaan Siaga Khusus, Minggu (16/8), pemantauan dilakukan terhadap para pendaki yang bergerak menuju puncak Gunung Bawakaraeng.

Hingga pembaruan terakhir, jumlah pendaki yang terdata mencapai 2.557 orang, dengan rincian 94 orang melalui jalur registrasi Lembanna, 1.195 orang melalui Bulu Balea, 872 orang melalui Tassoso, dan 396 orang melalui Kanreapia.

Untuk mendukung pengamanan, Basarnas Makassar menempatkan tim di sejumlah titik, yaitu Posko Lembanna, Posko Aju Bulu Balea, Pos 5, Pos 7, Pos 8 jalur Lembanna, kawasan puncak Gunung Bawakaraeng, Lembah Ramma, serta jalur Tassoso.

Sebanyak 211 personel dari berbagai unsur SAR turut terlibat dalam operasi Siaga Khusus tersebut.

Mereka terdiri atas Tim Rescue KPP Makassar, SAR Locus, SAR Marteam, KSR PNUP, Redcar, TBM UMI, Saukang Explorer, SAR Hasanuddin, Daeng Tisia Rescue, TRC Tonasa, Tekpala UMI, Mapala UMI, Kedokteran UMI.

Baca Juga:Warga Makassar Bersihkan Masjid dan Gereja Sambut HUT RI

Siaga Ners, KSR Sakura, SAR UNM, Humanity, KSR PMI UMI, KSR UMI, Koopsa, DPG, WPLH-Fosil MKS, Jejak Kanreapia Rescue, Rescue Bulu Bialo, TBF Sternum Unhas, SAR Pangkep, SRT, Kalla Rescue, dan Team Alfa.

Muhammad Arif Anwar menambahkan bahwa hingga laporan Siaga Khusus H.2 diterbitkan, belum terdapat pendaki yang dilaporkan mengalami kondisi trouble, baik sakit, meninggal dunia, maupun membutuhkan pertolongan darurat.

“Sampai saat ini situasi masih aman dan belum ada laporan pendaki yang mengalami trouble. Meski demikian, kami mengimbau seluruh pendaki tetap berhati-hati, menjaga kondisi fisik, membawa perlengkapan yang sesuai, serta mengikuti arahan petugas dan relawan di lapangan,” katanya.

Tim SAR gabungan mulai bergerak menuju titik-titik penempatan pada Sabtu (15/8) malam. Selanjutnya, sejak Minggu pagi pukul 07.00 WITA, personel melakukan pemantauan terhadap pergerakan pendaki menuju puncak.

Kondisi cuaca di kawasan Gunung Bawakaraeng pada saat pemantauan dilaporkan cerah. Basarnas Makassar tetap mengingatkan pendaki untuk memperhatikan perubahan kondisi cuaca dan tidak memaksakan diri apabila mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan.

“Semangat memperingati kemerdekaan harus tetap dibarengi dengan kesadaran keselamatan. Jangan sampai euforia pendakian membuat kita mengabaikan kondisi diri sendiri maupun lingkungan,” tutur Arif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini