- Dokter Isa Sulfiana memberikan edukasi kesehatan reproduksi kepada siswi SMPN 32 Makassar pada Selasa, 21 Juli 2026.
- Kegiatan tersebut bertujuan meluruskan berbagai mitos seputar menstruasi agar remaja memahami perubahan fisik dan hormonal secara tepat.
- Edukasi ini menjelaskan fakta medis mengenai kebersihan, pola makan, usia pubertas, serta gejala normal selama masa menstruasi.
SuaraSulsel.id - Masa remaja merupakan fase transisi dari anak-anak menuju dewasa yang umumnya dimulai sekitar usia 10 tahun.
Pada tahap ini, remaja tidak hanya mengalami perubahan fisik, tetapi juga perkembangan emosional dan sosial yang berlangsung cukup pesat.
Perubahan tersebut membuat remaja mulai merasakan emosi yang lebih kuat dan suasana hati yang mudah berubah.
Di sisi lain, mereka juga mulai mencari jati diri, menginginkan kemandirian dari orang tua, lebih mengutamakan pertemanan, ingin diterima oleh lingkungan sebaya, serta mulai tertarik pada hubungan romantis.
Baca Juga:PPA Sulsel: Pelaku Kekerasan Anak Harus Diproses Hukum
Seluruh perubahan tersebut merupakan bagian alami dari proses tumbuh kembang remaja, termasuk mulai berfungsinya sistem reproduksi yang ditandai dengan datangnya menstruasi pertama atau menarche.
Bagi sebagian remaja putri, momen ini kerap menjadi pengalaman yang membingungkan, bahkan memicu rasa cemas karena minimnya pengetahuan yang dimiliki.
Sayangnya, masih banyak mitos yang berkembang di masyarakat sehingga tak sedikit remaja maupun orang tua salah memahami perubahan yang terjadi pada tubuh.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Isa Sulfiana membagikan sejumlah fakta yang perlu diketahui remaja.
Saat memberikan edukasi dalam Gerakan Menstruasi Anti No Worry Menuju Generasi Bersih Sehat di SMPN 32 Makassar bersama Wings Group, Selasa, 21 Juli 2026.
Baca Juga:Jeratan Rentenir di Tengah Krisis Iklim: Nasib Perempuan, Lansia, dan Disabilitas
Berikut beberapa di antaranya;
1. Keramas saat haid justru dianjurkan, bukan dilarang
Masih banyak yang percaya perempuan tidak boleh keramas saat menstruasi karena dianggap bisa menghambat aliran darah atau membahayakan kesehatan.
Padahal, anggapan tersebut hanyalah mitos.
Menurut dr. Isa, tidak ada penelitian yang membuktikan keramas saat haid berbahaya. Sebaliknya, menjaga kebersihan tubuh selama menstruasi sangat penting.
"Justru saat menstruasi kita harus bersih. Sering-sering keramas agar tubuh rileks, apalagi saat sedang mengeluarkan banyak darah. Jadi itu mitos besar," ujarnya.
Bahkan, keramas menggunakan air hangat dapat membantu meredakan sakit kepala dan membuat tubuh lebih nyaman selama menstruasi.
2. Minum air es tidak membuat darah haid membeku
Larangan minum air es saat haid juga menjadi mitos yang masih dipercaya hingga kini.
Banyak yang menganggap air dingin bisa membuat darah haid membeku atau menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak lancar.
Faktanya, menurut dr. Isa, tidak ada hubungan antara suhu minuman dengan proses menstruasi.
Remaja justru dianjurkan memperbanyak minum air putih, baik dingin maupun hangat, agar tubuh tetap terhidrasi.
Asupan cairan yang cukup juga dapat membantu mengurangi keluhan sakit kepala yang sering muncul selama haid.
3. Haid di usia 10 tahun tergolong normal
Tidak sedikit orang tua yang panik ketika anaknya mengalami menstruasi di usia 10 tahun. Padahal, kondisi tersebut masih termasuk normal.
Secara medis, usia menstruasi pertama berada pada rentang 10 hingga 15 tahun dengan rata-rata terjadi pada usia 12 tahun.
Artinya, anak perempuan yang mengalami haid di usia 10 tahun tidak selalu mengalami gangguan kesehatan. Kondisi tersebut merupakan bagian dari proses pubertas yang sehat dan perkembangan alami setiap individu.
4. Nyeri haid dan sakit perut
Sebagian besar remaja akan merasakan nyeri di bagian perut bawah, punggung, atau selangkangan saat menstruasi.
Keluhan ini merupakan hal yang normal akibat kontraksi rahim.
Namun, dr. Isa mengingatkan agar remaja segera memeriksakan diri apabila nyeri yang dirasakan sangat hebat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Hal yang sama juga berlaku untuk jumlah darah menstruasi.
Darah yang lebih banyak pada hari pertama dan kedua masih tergolong normal. Akan tetapi, jika perdarahan deras berlangsung hingga lebih dari satu minggu, kondisi tersebut perlu segera diperiksa oleh dokter.
5. Payudara nyeri dan muka jerawatan
Perubahan hormon menjelang menstruasi dapat menyebabkan payudara terasa lebih sensitif atau nyeri ketika disentuh.
Selain itu, jerawat juga sering muncul beberapa hari sebelum haid.
Jerawat tidak hanya tumbuh di wajah, tetapi juga bisa muncul di leher, bahu, hingga punggung atas.
Kondisi ini merupakan respons alami tubuh terhadap perubahan hormon dan umumnya akan membaik setelah menstruasi selesai.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing