- Diska, bocah tujuh tahun, berhasil selamat setelah terombang-ambing selama empat hari di perairan Sangeang, Nusa Tenggara Barat.
- KM Nurul Salsa tenggelam pada 15 Juli 2026 di perairan Pulau Polassi setelah mengalami kerusakan mesin kapal.
- Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap 18 penumpang lain di tengah kondisi cuaca ekstrem laut.
Namun, waktu terus berjalan.
Memasuki hari ketiga, kondisi jasad sang ibu mulai membusuk.
Dengan hati yang hancur, para korban yang masih bertahan terpaksa melepaskan jenazah itu ke tengah laut.
Di usia yang baru menginjak tujuh tahun, Diska harus menyaksikan sekaligus merasakan perpisahan paling menyakitkan dalam hidupnya.
Baca Juga:IKA Perikanan Unhas: Nelayan Harus Dilibatkan Sistematis dalam Penyelamatan Laut
Harapan baru muncul pada hari keempat.
Sebuah kapal nelayan, KMN Sinar Mattoanging 04 Bulukumba melintas di perairan Sangeang yang masuk wilayah Laut Flores, Kabupaten Bima, NTB.
Awak kapal menemukan lima orang yang masih hidup berpegangan di rompong. Termasuk Diska.
Selain Diska, korban selamat yang berhasil ditemukan yakni Sitti Amang (55), Andi Samad (62), Asseng (23), dan Ardita (17).
Mereka kemudian dijemput langsung oleh Bupati Kepulauan Selayar, Muh Natsir Ali dan dievakuasi menggunakan kapal Badan SAR Nasional.
Baca Juga:Dua Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat di Pulau Balaloho
Diska sudah diserahkan ke pihak keluarga setelah menjalani pemeriksaan kesehatan.
Kisah memilukan juga datang dari korban selamat lainnya. Ada Asmal (24) dan Nurmiati (46).
Keduanya mengisahkan bagaimana mereka sempat bertahan bersama lima orang di atas sepotong gabus yang hanyut di lautan.
Namun, cuaca ekstrem, dinginnya laut serta ketiadaan makanan dan minuman membuat satu per satu korban kehilangan tenaga.
Tiga orang meninggal dunia di atas gabus.
Tak ada pilihan lain. Demi keselamatan yang masih hidup, jenazah ketiga korban terpaksa dilepaskan ke laut setelah kondisinya mulai membusuk akibat berhari-hari terapung di tengah samudra.