- Saifuddin, seorang imam masjid tunanetra asal Sinjai, tiba di Asrama Haji Makassar pada 14 Juni 2026 setelah menunaikan ibadah haji.
- Ia berhasil berangkat haji setelah menabung selama lebih dari dua puluh tahun dari penghasilan yang sangat terbatas setiap bulannya.
- Pemerintah Arab Saudi memberikan penghormatan khusus kepada Saifuddin dengan mengabadikan namanya menjadi nama salah satu masjid di Tanah Suci.
"20 tahun lebih menabung dan Alhamdulillah terkumpul," ujarnya.
Setiap rupiah yang disisihkan adalah bagian dari mimpi yang dirawat dengan kesabaran.
Saat sebagian orang mungkin bisa menunaikan haji setelah beberapa tahun bekerja, Saifuddin harus menempuh jalan yang jauh lebih panjang.
Namun ia tidak pernah menyerah.
Baca Juga:Badal Haji Fiktif Terungkap! Simak Tips Cerdas Agar Tak Tertipu
Ketika tabungannya akhirnya cukup, ia mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji pada 2014. Setelah itu, ia kembali menunggu.
Tahun demi tahun berlalu hingga akhirnya pada 2026 namanya dipanggil untuk berangkat ke Tanah Suci.
Perjalanan menuju Makkah sebenarnya hanya puncak dari perjalanan hidup yang jauh lebih panjang.
Sejak usia remaja, Saifuddin telah menghadapi ujian besar.
Saat duduk di bangku SMP, matanya tiba-tiba mengalami gangguan. Awalnya ia merasakan sakit luar biasa.
Baca Juga:Direktur Ditahan KPK, Terungkap Nama Perusahaan Maktour PT Makassar Toraja
"Awalnya sakit sekali. Seperti tertusuk jarum," kenangnya.
Tak lama kemudian kedua matanya membengkak. Penglihatannya perlahan memudar hingga akhirnya hilang sepenuhnya.
Pada 1985, ia sempat berobat ke dokter mata di Makassar dengan harapan bisa kembali melihat. Namun harapan itu tak menjadi kenyataan.
Sejak saat itu, ia harus menjalani hidup sebagai penyandang tunanetra.
Banyak orang mungkin akan berhenti pada titik tersebut. Namun tidak dengan Saifuddin.
Keterbatasan penglihatan tidak membuatnya berhenti bekerja ataupun mengabdi.