Doa Agar Bisa Melihat Tak Terkabul, Pria Tunanetra Ini Justru Dapat Hadiah Lebih Indah di Makkah

Ratusan jemaah haji yang baru tiba dari Tanah Suci disambut keluarga yang telah lama menanti

Muhammad Yunus
Senin, 15 Juni 2026 | 07:25 WIB
Doa Agar Bisa Melihat Tak Terkabul, Pria Tunanetra Ini Justru Dapat Hadiah Lebih Indah di Makkah
Saifuddin HM Abd Muin Saideng (kiri), jemaah haji tunanetra asal Sinjai yang namanya diabadikan jadi nama masjid di Arab Saudi [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Saifuddin, seorang imam masjid tunanetra asal Sinjai, tiba di Asrama Haji Makassar pada 14 Juni 2026 setelah menunaikan ibadah haji.
  • Ia berhasil berangkat haji setelah menabung selama lebih dari dua puluh tahun dari penghasilan yang sangat terbatas setiap bulannya.
  • Pemerintah Arab Saudi memberikan penghormatan khusus kepada Saifuddin dengan mengabadikan namanya menjadi nama salah satu masjid di Tanah Suci.

SuaraSulsel.id - Minggu, 14 Juni 2026 pagi, suasana Asrama Haji Sudiang Makassar dipenuhi pelukan dan air mata haru.

Ratusan jemaah haji yang baru tiba dari Tanah Suci disambut keluarga yang telah lama menanti kepulangan mereka.

Di antara kerumunan itu, seorang pria berusia 58 tahun berjalan perlahan. Tangannya dibimbing petugas haji.

Wajahnya tenang, namun senyumnya tak pernah lepas.

Baca Juga:Badal Haji Fiktif Terungkap! Simak Tips Cerdas Agar Tak Tertipu

Namanya Saifuddin HM Abd Muin Saideng.

Jemaah haji asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan itu mendapat sambutan yang tak biasa.

Setibanya di Makassar, ia disambut langsung oleh Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf.

Bukan tanpa alasan. Saat masih berada di Arab Saudi, Saifuddin menerima sebuah penghormatan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Namanya diabadikan menjadi nama salah satu masjid di negeri itu.

Kabar tersebut membuat imam masjid asal Sinjai itu nyaris tak percaya.

Baca Juga:Direktur Ditahan KPK, Terungkap Nama Perusahaan Maktour PT Makassar Toraja

"Alhamdulillah, sangat senang. Sangat senang sekali. Saya tidak sangka," katanya dengan suara pelan di Asrama Haji Sudiang.

Saifuddin bukan tokoh ternama. Ia juga bukan orang kaya.

Sehari-hari, ia menjalani hidup sederhana sebagai imam masjid di kampungnya. Honor yang diterimanya setiap bulan bahkan hanya sekitar Rp200 ribu.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia juga berjualan bahan campuran.

Dari penghasilan itulah ia menyisihkan sedikit demi sedikit uang demi satu cita-cita yang telah lama disimpannya dalam hati: berangkat haji.

Butuh waktu yang sangat panjang. Lebih dari dua puluh tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini