7 Penyakit Ini Bisa Menyerang Jemaah Haji Setelah Tiba di Indonesia

Kepulangan jemaah haji ke tanah air bukan berarti kewaspadaan terhadap kesehatan bisa dikendurkan

Muhammad Yunus
Kamis, 04 Juni 2026 | 11:57 WIB
7 Penyakit Ini Bisa Menyerang Jemaah Haji Setelah Tiba di Indonesia
Jemaah haji kloter 4 Debarkasi Makassar tiba di Asrama Haji Sudiang, Rabu, 3 Juni 2026. Jemaah haji diminta memperhatikan kondisi kesehatannya selama 21 hari setelah kembali dari Arab Saudi [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • BBKK Makassar mewajibkan jemaah haji memantau kesehatan mandiri selama 21 hari setelah tiba dari Arab Saudi.
  • Jemaah harus segera ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala penyakit menular dengan membawa Kartu Kewaspadaan Kesehatan.
  • Langkah preventif ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit menular bagi 1.565 jemaah yang tiba di Makassar.

SuaraSulsel.id - Kepulangan jemaah haji ke tanah air bukan berarti kewaspadaan terhadap kesehatan bisa dikendurkan.

Justru masa-masa setelah tiba di Indonesia menjadi periode penting untuk memantau kondisi tubuh guna mencegah munculnya penyakit menular yang mungkin terbawa dari luar negeri.

Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Makassar mengingatkan seluruh jemaah haji agar memperhatikan kondisi kesehatannya selama 21 hari setelah kembali dari Arab Saudi.

Periode tersebut merupakan masa inkubasi sejumlah penyakit yang berpotensi muncul setelah perjalanan panjang dan aktivitas padat selama menjalankan ibadah haji.

Baca Juga:Tradisi Unik Jemaah Haji Sidrap: Singgah di Maros Ma'bello

Peringatan itu disampaikan petugas BBKK Makassar saat memberikan penyuluhan kesehatan kepada jemaah yang baru tiba di Debarkasi Makassar.

Petugas BBKK Makassar, dr Muhammad Haskar Hasan menjelaskan setiap jemaah haji wajib melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri selama tiga pekan setelah tiba di rumah masing-masing.

Ia mengatakan terdapat sejumlah gejala yang harus menjadi perhatian serius karena bisa menjadi tanda awal penyakit menular.

"Selama 21 hari setelah kepulangan, jemaah diminta memperhatikan kondisi kesehatannya dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala tertentu," ujar Haskar, Kamis, 4 Juni 2026.

Sedikitnya terdapat tujuh gejala utama yang diminta untuk diwaspadai para jemaah. Gejala tersebut meliputi demam, batuk, pilek, sesak napas, nyeri tenggorokan, mual dan muntah, serta diare.

Baca Juga:16 Jemaah Wafat, Suasana Haru Sambut Kepulangan di Asrama Haji Makassar

Meski tampak seperti keluhan kesehatan biasa, gejala-gejala tersebut tidak boleh dianggap sepele, terutama jika muncul setelah perjalanan dari negara lain yang menjadi titik pertemuan jutaan orang dari berbagai belahan dunia.

Selain tujuh gejala tersebut, BBKK Makassar juga mengingatkan adanya tanda-tanda yang lebih serius seperti kaku kuduk atau leher serta munculnya lesi maupun ruam pada kulit.

Kondisi tersebut dapat mengarah pada infeksi berbahaya yang membutuhkan penanganan medis segera.

"Kaku kuduk bukan sekadar pegal biasa. Jika disertai demam tinggi, sakit kepala hebat, muntah, penurunan kesadaran, atau ruam kemerahan pada kulit, jemaah harus segera mendapatkan pertolongan medis," jelas Haskar.

Untuk mendukung deteksi dini penyakit, setiap jemaah dibekali Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH).

Kartu tersebut bukan hanya dokumen administrasi, melainkan instrumen penting yang membantu tenaga kesehatan mengidentifikasi riwayat perjalanan dan potensi risiko kesehatan yang dimiliki jemaah.

Karena itu, BBKK Makassar meminta jemaah membawa kartu tersebut apabila berobat ke puskesmas, klinik maupun rumah sakit.

Dengan adanya informasi tersebut, tenaga kesehatan dapat melakukan pemeriksaan dan penanganan yang lebih cepat serta tepat sasaran.

Selain memantau kondisi tubuh, para jemaah juga diimbau tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat setelah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Penggunaan masker saat batuk atau flu, rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan kesehatan menjadi langkah sederhana yang dinilai efektif mencegah penyebaran penyakit.

Penyuluhan kesehatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penerimaan jemaah haji Debarkasi Makassar yang tahun ini mulai menerima kepulangan jemaah dari berbagai daerah di Indonesia Timur.

Hingga Rabu, 3 Juni 2026, sebanyak 1.565 jemaah haji telah kembali melalui Debarkasi Makassar.

Jumlah itu berasal dari empat kelompok terbang (kloter) dari total 16.728 jemaah yang diberangkatkan tahun ini.

Pada malam yang sama, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar menerima kepulangan Kloter 4 yang mayoritas berasal dari Kabupaten Wajo.

Kloter tersebut tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menggunakan pesawat GIA 1404 pada pukul 22.11 Wita atau 19 menit lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan.

Sebanyak 391 jemaah dan petugas tiba bersama rombongan tersebut, terdiri dari 121 laki-laki dan 270 perempuan.

Namun satu jemaah asal Kabupaten Wajo bernama Samsu Tike (68) belum dapat kembali ke tanah air karena masih menjalani perawatan di Saudi National Hospital Makkah.

Kepala Bidang Layanan Lansia PPIH Embarkasi-Debarkasi Makassar, Abdul Gaffar berharap para jemaah tidak hanya menjaga kesehatan fisik setelah pulang dari Tanah Suci, tetapi juga mempertahankan nilai-nilai kemabruran haji dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, seluruh rangkaian ibadah yang dijalani selama di Tanah Suci merupakan momentum untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik.

"Saat wukuf di Arafah kita beristigfar dan memohon ampunan kepada Allah. Lempar jumrah menjadi simbol membuang seluruh perbuatan buruk dalam kehidupan," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa predikat haji bukan sekadar gelar yang disematkan di depan nama, melainkan amanah moral untuk terus menebarkan kebaikan di tengah masyarakat.

"Jangan sampai perjuangan selama berhaji menjadi sia-sia karena kembali pada perilaku yang tidak baik. Haji mabrur harus tercermin dalam sikap dan akhlak sehari-hari," katanya.

Karena itu, selain menjaga kemabruran ibadah, para jemaah juga diingatkan untuk menjaga kesehatan selama masa pemantauan 21 hari setelah kepulangan. Dengan demikian, mereka dapat kembali berkumpul bersama keluarga dalam kondisi sehat sekaligus terhindar dari risiko penularan penyakit.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini