- Gubernur Sulsel Andi Sudirman menyerahkan ganti rugi tanah Bandara Bua senilai Rp17,5 miliar pada Juli 2026.
- Lahan seluas itu diserahkan kepada Kementerian Perhubungan guna mendukung rencana perpanjangan landasan pacu bandara.
- Perpanjangan landasan pacu tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Luwu.
SuaraSulsel.id - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan ganti rugi pengadaan tanah untuk pembangunan runway Bandar Udara Bua, Kabupaten Luwu, Sulsel kepada 50 pemilik lahan dengan total nilai Rp17,5 miliar.
Andi Sudirman dalam keterangannya, mengatakan setelah proses pembebasan lahan selesai, lahan tersebut akan diserahkan kepada Kementerian Perhubungan untuk mendukung rencana perpanjangan runway Bandara Bua.
“Setelah proses pembebasan lahan ini selesai, lahan tersebut akan diserahkan kepada Kementerian Perhubungan untuk mendukung rencana perpanjangan runway Bandara Bua,” ujarnya, Jumat 24 Juli 2026.
Gubernur berharap, perpanjangan runway dapat terealisasi sehingga Bandara Bua mampu melayani pendaratan pesawat dengan kapasitas lebih besar dan membuka peluang penerbangan langsung dari Luwu menuju Jakarta.
Baca Juga:Jawab Keluhan Warga Maros, Gubernur Sulsel Gelontorkan 239 Miliar di Jalan Moncongloe
“Harapannya, setelah perpanjangan runway terealisasi, Bandara Bua dapat melayani pendaratan pesawat yang lebih besar dan membuka peluang penerbangan langsung ke Jakarta,” tuturnya.
Menurutnya, pengembangan Bandara Bua akan memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Luwu dan kawasan sekitarnya.
“Dengan pengembangan Bandara Bua, kita berharap dapat membuka konektivitas yang lebih luas sekaligus mendorong tumbuhnya wilayah aglomerasi ekonomi baru di Kabupaten Luwu dan sekitarnya,” kata Andi.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur transportasi tersebut diharapkan menjadi langkah bersama dalam memperkuat konektivitas dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di kawasan regional Luwu.
“Insyaallah, ikhtiar ini menjadi langkah bersama untuk memperkuat konektivitas dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat regional Luwu,” tutupnya.
Baca Juga:Tragedi KM Nurul Salsa, Gubernur Sulsel Usulkan Kapal Cepat Siaga di Selayar