- Pemerintah mengelola Haji Reguler, sedangkan Haji Plus dijalankan oleh pihak swasta melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus.
- Haji Reguler menawarkan biaya terjangkau dengan durasi ibadah lebih lama namun memiliki masa tunggu antrean sangat panjang.
- Haji Plus menyediakan fasilitas mewah serta masa tunggu lebih singkat dengan biaya jauh lebih mahal bagi jemaah.
Mau yang lebih cepat? Haji Plus jawabannya. Masa tunggunya hanya sekitar 5 sampai 6 tahun.
Bahkan, ada opsi "jalur ekspres" non-kuota yang memungkinkan kamu berangkat lebih cepat lagi.
4. Perang Harga: Investasi vs Tabungan
Karena fasilitas dan waktunya beda jauh, biayanya pun jomplang. Sebagai gambaran:
Baca Juga:Mengapa Gelang Haji Indonesia Terbuat dari Logam? Ternyata Ini Keunggulannya
Reguler: Di tahun 2024, rata-rata ada di angka Rp56 jutaan.
Plus: Kamu perlu merogoh kocek lebih dalam, mulai dari Rp160 juta hingga hampir Rp1 miliar tergantung paket yang dipilih.
5. Durasi di Tanah Suci
Kalau kamu punya waktu cuti yang terbatas, durasi ini penting banget:
Haji Reguler: Biasanya memakan waktu 37-40 hari. Lebih lama karena mengikuti jadwal penerbangan luar musim puncak (peak season).
Baca Juga:Saifuddin, Imam Tunanetra Menabung 20 Tahun Demi Naik Haji
Haji Plus: Jauh lebih singkat dan padat, sekitar 20-26 hari saja. Kenapa cepat? Karena jadwal terbangnya pas di musim puncak, jadi nggak perlu banyak transit atau menunggu lama.
6. Suasana Manasik yang Lebih Privat
Waktu latihan ibadah atau manasik juga beda suasana. Haji Plus biasanya punya rombongan yang lebih kecil dan privat, jadi kamu bisa lebih fokus bertanya ke pembimbing.
Sedangkan Reguler rombongannya jauh lebih besar, pas buat kamu yang suka suasana ramai dan kekeluargaan.