Ini Alasan Cabai Keriting Kurang Diminati di Gorontalo

Cabai rawit lebih diminati dibanding cabai keriting di sejumlah pasar tradisional

Muhammad Yunus
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:05 WIB
Ini Alasan Cabai Keriting Kurang Diminati di Gorontalo
Pedagang cabai kriting di pasar sentral Kota Gorontalo saat memilih kualitas cabai yang akan dijual, Jumat (29/5/2026) [SuaraSulsel.id/Antara]
Baca 10 detik
  • Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo menyatakan masyarakat lebih meminati cabai rawit daripada cabai keriting karena rasa pedasnya tinggi.
  • Minat masyarakat terhadap cabai rawit yang sangat kuat menyebabkan cabai keriting kurang diminati di pasar tradisional setempat.
  • Rendahnya permintaan terhadap cabai keriting membuat banyak pedagang membuang stok dagangan tersebut karena tidak kunjung habis terjual.

SuaraSulsel.id - Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Kumperindag) Provinsi Gorontalo menilai tingginya minat masyarakat terhadap makanan bercita rasa pedas membuat cabai rawit lebih diminati dibanding cabai keriting di sejumlah pasar tradisional.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo Ishak Rahman Salandra di Gorontalo, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan harga di pasar, selisih harga cabai keriting dan cabai rawit sebenarnya tidak terlalu jauh.

Namun, kata dia, tingkat pembelian cabai rawit tetap lebih tinggi karena dianggap memiliki rasa yang lebih pedas dan sesuai dengan selera masyarakat Gorontalo.

“Kalau dilihat dari hasil pantauan di pasar-pasar, harga cabai keriting tidak jauh berbeda dengan cabai rawit. Tetapi masyarakat Gorontalo lebih memilih cabai rawit karena tingkat kepedasannya lebih tinggi,” ujar Ishak, Jumat 29 Mei 2026.

Baca Juga:Angin Puting Beliung Terjang Tolite Jaya Gorontalo Utara

Ia menjelaskan, cabai keriting cenderung kurang diminati karena rasa pedasnya dinilai tidak sekuat cabai rawit.

Kondisi tersebut berbeda dengan daerah di Pulau Jawa yang masyarakatnya lebih banyak menggunakan cabai keriting untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Menurut dia, rendahnya minat pembeli terhadap cabai keriting juga berdampak pada pedagang, karena sebagian komoditas tidak habis terjual hingga akhirnya dibuang.

“Saya amati ketika pergi ke pasar, cukup banyak cabai keriting yang akhirnya dibuang pedagang karena tidak habis terjual,” katanya.

Salah seorang pemilik warung makan di Kota Gorontalo, Titin Yusuf, mengaku lebih sering membeli cabai rawit karena rasa pedasnya lebih kuat dan cocok digunakan untuk berbagai jenis masakan khas Gorontalo.

Baca Juga:Gorontalo Terancam Penuaan Penduduk? Bappenas Soroti Fenomena Tak Lazim

“Kalau masak untuk dagangan memang biasanya lebih pilih cabai rawit karena makanan pedas itu sangat di minati, kalau cabai keriting kadang dicampur kalau harga cabai rawit naik,” ujar dia.

Meski demikian, cabai keriting tetap menjadi pilihan alternatif masyarakat saat harga cabai rawit mengalami kenaikan signifikan guna menekan pengeluaran di tengah fluktuasi harga bahan pangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini