Darurat Narkoba di Sulteng: 80 Persen Penghuni Lapas dan Rutan Ternyata Kasus Narkotika

Kasus tindak pidana narkotika mendominasi penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan)

Muhammad Yunus
Kamis, 17 September 2026 | 10:04 WIB
Darurat Narkoba di Sulteng: 80 Persen Penghuni Lapas dan Rutan Ternyata Kasus Narkotika
Petugas melakukan penggeledahan di salah satu blok di Lapas Kelas IIA Palu sebagai bagian dari pemberantasan barang terlarang di lapas, Rabu (16/9/2026) [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-Afia Febrianti]
Baca 10 detik
  • Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulteng Herman Mulawarman menyatakan kasus narkotika mendominasi sekitar 2.500 dari 3.000 warga binaan di Palu pada Rabu malam (16/9).
  • Dominasi kasus narkotika tersebut menyebabkan sebagian besar lapas dan rutan di Sulawesi Tengah mengalami kelebihan kapasitas yang parah.
  • Petugas melakukan mutasi warga binaan dan menggelar razia gabungan bersama BNN, TNI, serta Polri untuk mengatasi masalah tersebut.

SuaraSulsel.id - Kepala Kantor wilayah (Kakanwil) Dirjen Pemasyarakatan Sulawesi Tengah Herman Mulawarman mengatakan ‎kasus tindak pidana narkotika mendominasi penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) di provinsi itu.

‎"Dari data yang ada sekitar 3 ribuan warga binaan pemasyarakatan di Sulawesi Tengah, 2.500 ribu di antaranya merupakan kasus tindak pidana narkotika," kata dia di Palu, Rabu malam (16/9).

‎Ia mengemukakan tingginya jumlah warga binaan kasus narkoba menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sejumlah lapas dan rutan di Sulawesi Tengah mengalami kelebihan kapasitas.

‎"Karena mereka ini terbanyak, akhirnya lapas dan rutan mengalami over kapasitas," ujarnya.

Baca Juga:Kepala Ditutup Tangan Diborgol, Begini Proses Pemindahan 79 Napi Paling Berbahaya ke Nusakambangan

‎Salah satu lapas yang mengalami kepadatan cukup tinggi yakni Lapas Kelas III Kolonodale. Tingkat hunian lapas tersebut mencapai 310 persen dari kapasitas yang tersedia.

‎"Guna mengurai kepadatan hunian kami melakukan mutasi, perpindahan warga binaan pemasyarakatan ke lapas yang masih di bawah 300 persen," ucapnya.

‎‎Ia mengatakan hampir seluruh lapas dan rutan di provinsi itu menghadapi persoalan kelebihan kapasitas dengan tingkat yang berbeda-beda.

"Kondisi itu menjadi salah satu fokus untuk menormalisasi kepadatan hunian," ucap Herman.

Pihaknya juga melakukan razia gabungan sebagai bagian dari upaya pemberantasan perdagangan barang terlarang di dalam lapas.

Baca Juga:Dipaksa Isap Vape Berisi Narkoba, Eks Santri Ini Bikin Komik 'Safe Space'

Kegiatan itu melibatkan Badan Narkotika (BNN), TNI/Polri. Dari penggeledahan petugas menemukan dua telepon genggam maupun sejumlah barang lainnya, yakni besi, kayu, batu, kabel, kaca, dan cermin.

"Seluruh barang hasil razia selanjutnya didata dan dilaporkan kepada pemerintah pusat sebelum dilakukan pemusnahan sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini