- Pemerintah menyiapkan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) sebagai rest area selama mudik Lebaran 2026.
- Fasilitas di UPPKB meliputi minuman, area istirahat, dan toilet untuk kenyamanan pemudik di Sulsel.
- Dinas Perhubungan Sulsel memprediksi 5,14 juta pergerakan kendaraan selama mudik karena libur panjang dan infrastruktur membaik.
SuaraSulsel.id - Kebutuhan rest area menjadi hal penting selama periode mudik Lebaran.
Tempat persinggahan yang aman dan nyaman sangat dibutuhkan para pemudik untuk beristirahat di tengah perjalanan panjang menuju kampung halaman.
Pemerintah pun menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran Idulfitri 2026, termasuk memanfaatkan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau yang lebih dikenal sebagai jembatan timbang sebagai lokasi istirahat bagi pemudik.
Pelaksana Tugas Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Selatan, Andi Sanjaya mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah titik jembatan timbang yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai rest area selama periode mudik.
Baca Juga:Pemudik Sulsel Dapat Asuransi Kebakaran, Kecelakaan dan Pencurian Rumah
"Istirahat pemudik kita siapkan di beberapa lokasi, seperti di UPPKB yang kita jadikan rest area selama masa mudik," kata Andi Sanjaya, Senin, 16 Maret 2026.
Menurut dia, fasilitas tersebut disiapkan untuk memberikan kenyamanan bagi pemudik yang membutuhkan waktu istirahat saat perjalanan jauh.
Selama periode mudik Lebaran, sejumlah fasilitas akan disediakan di lokasi jembatan timbang tersebut. Mulai dari minuman seperti kopi dan teh, tempat istirahat, hingga kamar mandi dan toilet.
"Di UPPKB kita sediakan minuman seperti kopi dan teh untuk pemudik. Ada juga tempat istirahat dan kamar mandi agar mereka bisa beristirahat dengan nyaman sebelum melanjutkan perjalanan," ujarnya.
Andi Sanjaya mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri berkendara ketika merasa lelah di perjalanan. Ia menekankan pentingnya beristirahat demi menjaga keselamatan selama perjalanan mudik.
Baca Juga:THR Tidak Harus Cepat Habis, Mari Maksimalkan Promo BRI Saat Ramadan Sampai Lebaran
"Kalau sudah mulai merasa lelah, sebaiknya segera beristirahat. Jangan dipaksakan berkendara karena bisa berbahaya bagi keselamatan di jalan," katanya.
Di Sulawesi Selatan sendiri terdapat delapan UPPKB yang disiapkan sebagai titik rest area bagi pemudik.
Lokasi tersebut antara lain UPPKB Batangkaluku di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, serta UPPKB Pallangga yang berada di Jalan Poros Pallangga, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.
Kemudian UPPKB Maccopa di Jalan Poros Makassar - Maros, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros.
Untuk jalur mudik menuju wilayah utara, tersedia UPPKB Data'e yang berada di Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap.
Selanjutnya terdapat UPPKB Walenrang di Barammase, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, serta UPPKB Larompong di Jalan Poros Palopo - Makassar, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu.
Sementara untuk jalur mudik menuju wilayah timur, pemudik dapat memanfaatkan UPPKB Tana Batue di Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, serta UPPKB Sajoanging di Kecamatan Sajoanging, Kabupaten Wajo.
Selain jembatan timbang, pemerintah juga menyiapkan sejumlah terminal sebagai pusat rest area bagi pemudik.
Empat terminal yang disiapkan tersebut yakni Terminal Pekkae di Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Terminal Lumpue di Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Terminal Watampone atau Petta Ponggawae di Kabupaten Bone, serta Terminal Daya di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan para pemudik memiliki lebih banyak pilihan tempat untuk beristirahat sehingga perjalanan dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.
Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan memprediksi pergerakan masyarakat selama periode mudik Lebaran tahun ini akan mengalami peningkatan.
Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Andi Erwin Terwo mengatakan jumlah pergerakan kendaraan diperkirakan mencapai sekitar 5,14 juta unit selama periode mudik.
Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 4,51 juta sepeda motor dan sekitar 634 ribu mobil.
"Diperkirakan ada kenaikan sekitar 5 persen dibandingkan tahun lalu," kata Andi Erwin.
Ia menambahkan, potensi puncak arus mudik diperkirakan mencapai sekitar 38 ribu pergerakan kendaraan per hari.
Sementara jumlah kendaraan yang diperkirakan masuk ke wilayah Sulawesi Selatan berkisar antara 350 ribu hingga 400 ribu unit kendaraan.
Menurut Andi Erwin, tingginya arus mudik tahun ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya masa libur Lebaran yang relatif panjang.
Selain itu, kondisi infrastruktur jalan yang semakin baik juga mendorong meningkatnya mobilitas masyarakat untuk pulang ke kampung halaman.
Pemerintah daerah bersama sejumlah instansi terkait pun terus melakukan berbagai persiapan guna mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat tersebut.
"Kami terus melakukan koordinasi dan rapat dengan berbagai pihak untuk memastikan seluruh persiapan berjalan dengan baik," ujarnya.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik, pemerintah kembali mengingatkan pentingnya keselamatan dalam berkendara.
Pemudik diimbau selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menjaga kondisi fisik selama perjalanan, serta memanfaatkan fasilitas rest area yang telah disediakan.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing