- Kemenag Sulsel menyediakan 517 rumah ibadah, Madrasah, dan KUA siap melayani pemudik 24 jam selama Lebaran 2026.
- Kakanwil mengimbau pemudik beristirahat dan memastikan rumah ibadah menyediakan fasilitas dasar gratis serta keamanan terjaga.
- Program layanan pemudik ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemenag dengan Kementerian Perhubungan dan Kepolisian RI.
“Jika memungkinkan, disediakan takjil atau makanan berbuka bagi para pemudik, serta minuman atau makanan sederhana untuk sahur. Ini bagian dari pelayanan kemanusiaan dan kepedulian sosial,” katanya.
Selain itu, ia meminta agar layanan yang diberikan benar-benar bersifat gratis dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu.
“Pelayanan ini sebaiknya gratis. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan meminta bayaran kepada pemudik. Karena itu perlu koordinasi dengan aparat setempat agar layanan ini benar-benar bebas biaya,” ujarnya.
Ali Yafid juga mendorong agar masjid menyediakan fasilitas tambahan yang dapat membantu kenyamanan perjalanan pemudik.
Baca Juga:Waspada Mudik Maut! 1.600 Lubang Menganga di Jalan Nasional Sulsel
“Jika memungkinkan, disediakan fasilitas pengisian daya telepon seluler, ruang khusus bagi ibu menyusui, serta layanan sederhana seperti tambal dan isi angin ban kendaraan atau obat-obatan ringan, bahkan bisa bekerja sama dengan puskesmas terdekat untuk layanan kesehatan dasar,” tambahnya.
Kakanwil menambahkan bahwa pelaksanaan program tahun ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.
“Masjid-masjid dalam program ini berada di sepanjang jalur mudik nasional dan pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Perhubungan serta Kepolisian Republik Indonesia,” tandasnya.