- PSM Makassar menunjuk legenda Zulkifli Syukur sebagai Direktur Teknik, diumumkan resmi pada Sabtu, 7 Maret 2026.
- Penunjukan ini terjadi saat manajemen sedang mengevaluasi kinerja pelatih kepala Tomas Trucha akibat tekanan degradasi.
- Sebagai Direktur Teknik baru, Zulkifli bertanggung jawab atas arah pengembangan teknis klub dan strategi tim senior.
SuaraSulsel.id - PSM Makassar resmi menunjuk legenda Indonesia, Zulkifli Syukur sebagai Direktur Teknik.
Penunjukan ini diumumkan melalui media sosial resmi klub pada Sabtu, 7 Maret 2026 malam.
Dalam pengumuman tersebut, manajemen klub menyampaikan mantan kapten Juku Eja itu kini kembali mengabdi untuk klub.
"Zulkifli Syukur kembali membela Lambang Pinisi di dada. Kali ini dia bertindak sebagai direktur teknik," tulis akun resmi klub.
Baca Juga:Pemilik Klub Malut United Dilaporkan ke Polisi, Diduga Intimidasi Jurnalis dan Paksa Hapus Rekaman
Manajemen juga menyampaikan ucapan selamat kepada sosok yang lama menjadi panutan bagi pemain muda di Makassar tersebut.
Pengumuman itu dirilis sekitar 30 menit sebelum laga antara Malut United melawan PSM Makassar di Stadion Kie Raha, Ternate, pekan lalu.
Penunjukan tersebut langsung mendapat respons positif dari suporter PSM yang menyambut kembalinya salah satu ikon klub ke dalam struktur manajemen.
Bagi publik sepak bola Makassar, nama Zulkifli Syukur tentu bukan sosok asing.
Ia adalah salah satu bek kanan terbaik yang pernah dimiliki Indonesia dan menjadi bagian penting tim nasional saat era kejayaan awal dekade 2010-an.
Baca Juga:Suporter PSM Makassar Dilarang Keras Datang ke Ternate
Bersama Timnas Indonesia, Zulkifli pernah membawa skuad Garuda menjadi runner-up di ajang Piala AFF 2010.
Sebelum kembali ke kampung halamannya, Zulkifli juga pernah merasakan manisnya gelar juara Liga Indonesia bersama Arema Indonesia pada musim 2009/2010.
Kariernya bersama PSM Makassar sendiri terbilang panjang dan penuh cerita. Ia beberapa kali memperkuat klub berjuluk Juku Eja tersebut dalam berbagai periode kompetisi.
Salah satu momen paling bersejarah dalam kariernya adalah ketika ia membawa PSM menjuarai Piala Indonesia 2019.
Gelar tersebut menjadi sangat spesial karena mengakhiri puasa trofi PSM yang telah berlangsung selama belasan tahun.
Keberhasilan itu sekaligus mengukuhkan status Zulkifli sebagai salah satu pemain yang memiliki tempat istimewa di hati suporter.
Setelah memutuskan pensiun sebagai pemain profesional, Zulkifli tidak meninggalkan dunia sepak bola.
Ia memilih menekuni jalur kepelatihan dan mulai membangun karier di pinggir lapangan.
Pria kelahiran Makassar itu diketahui telah mengantongi lisensi kepelatihan A AFC. Ia juga sempat menjabat sebagai pelatih kepala Persela Lamongan serta menangani sejumlah tim usia muda.
Karier kepelatihannya semakin berkembang ketika ia dipercaya menjadi bagian dari staf pelatih Timnas U-23 Indonesia.
Saat itu, Zulkifli bertugas sebagai asisten pelatih di bawah arahan Gerald Vanenburg dan Indra Sjafri.
Dengan pengalaman sebagai pemain, pelatih, serta pemahaman taktik yang dimiliki, manajemen PSM menilai Zulkifli memiliki kapasitas untuk mengisi posisi Direktur Teknik.
Sebagai Direktur Teknik, ia akan memiliki tanggung jawab besar dalam menyusun arah pengembangan teknis klub.
Mulai dari pembinaan pemain muda, penyelarasan filosofi permainan, hingga membantu manajemen dalam menentukan arah strategi tim senior.
Bagaimana Nasib Tomas Trucha?
Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin tak menampik manajemen saat ini sedang melakukan evaluasi terhadap kinerja Tomas Trucha.
Menurutnya, evaluasi tersebut dilakukan untuk menentukan langkah terbaik bagi tim dalam menghadapi sisa kompetisi musim ini.
"Kami evaluasi. Kita harus tetap optimistis. Target sekarang bagaimana mengamankan slot Super League musim depan," kata Fajrin, Senin, 9 Maret 2026.
Pelatih asal Republik Ceko itu diketahui tidak mendampingi tim dalam dua pertandingan terakhir PSM Makassar, yakni saat menghadapi Persita Tangerang dan Malut United.
Dalam dua laga tersebut, tim justru dipimpin oleh asisten pelatih Ahmad Amiruddin dari pinggir lapangan.
Ahmad Amiruddin menyebut status Tomas Trucha masih berada dalam struktur kepelatihan PSM Makassar.
Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih rinci mengenai posisi pelatih tersebut saat ini.
"Statusnya masih dalam struktur kepelatihan PSM Makassar," ujar Ahmad.
Ia menegaskan keputusan mengenai masa depan pelatih tidak ditentukan oleh satu pihak saja. Melainkan melalui pembahasan bersama di internal manajemen klub.
"Informasi dari manajemen itu masih dirapatkan. Dalam pengambilan keputusan tidak serta-merta satu orang yang mengambil," tambahnya.
Apabila manajemen memutuskan untuk melakukan pergantian pelatih, maka Zulkifli juga akan berperan dalam mencari kandidat pelatih baru yang dinilai sesuai dengan filosofi dan kebutuhan tim.
Saat ini, PSM Makassar berada di bawah tekanan besar dengan bayang-bayang degradasi di klasemen Super League.
Tim berjuluk Pasukan Ramang ini harus mengumpulkan poin maksimal dalam sisa pertandingan guna memastikan kelangsungan mereka di kasta tertinggi sepakbola Indonesia musim depan.
PSM Makassar menempati peringkat ke-13 klasemen sementara dengan 23 poin. Hanya terpaut lima poin dari zona merah.
Persaingan ketat di papan bawah memaksa mereka untuk meraih kemenangan di setiap laga tersisa agar dapat mengamankan posisi aman.
Dengan 10 pertandingan tersisa, target minimal yang harus dicapai PSM adalah tambahan 10 hingga 13 poin.
Hal ini penting untuk mencapai ambang batas aman sekitar 30 hingga 33 poin. Angka yang biasanya cukup untuk menghindari degradasi dalam kompetisi Liga Indonesia dengan format 18 tim.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing