Bahaya Jalur Mudik Sulsel: Lubang Menganga dari Makassar hingga Barru

Kondisi sejumlah ruas jalan nasional di Sulawesi Selatan mengalami kerusakan cukup parah menjelang arus mudik Lebaran 2026

Muhammad Yunus
Senin, 09 Maret 2026 | 15:51 WIB
Bahaya Jalur Mudik Sulsel: Lubang Menganga dari Makassar hingga Barru
Ilustrasi jalan rusak [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Kerusakan jalan nasional di Sulsel, termasuk Makassar-Maros dan Barru, menjadi perhatian menjelang Lebaran 2026.
  • BBPJN menargetkan penutupan semua lubang jalan pada 10 Maret 2026, meski terhambat cuaca ekstrem dan truk ODOL.
  • Pemprov Sulsel memprediksi 5 hingga 6,1 juta pemudik dan menyiapkan posko serta program mudik gratis untuk mengantisipasi.

SuaraSulsel.id - Kondisi sejumlah ruas jalan nasional di Sulawesi Selatan masih mengalami kerusakan cukup parah menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Beberapa titik kerusakan terlihat di jalur utama seperti Makassar-Maros hingga Pangkep-Barru.

Di sejumlah lokasi, lubang besar masih terlihat di badan jalan yang menjadi jalur utama pemudik.

Kerusakan juga ditemukan di sejumlah ruas di Kota Makassar, seperti Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Perintis Kemerdekaan.

Baca Juga:Waspada Jebakan Cinta Maya! Perempuan di Makassar Kehilangan Motor Setelah Bertemu Teman di Tiktok

Selain itu, kerusakan juga dilaporkan di jalan poros Barru.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan Kementerian Pekerjaan Umum, Indra Cahya Kusuma mengatakan pihaknya menargetkan seluruh lubang di jalan nasional dapat ditutup paling lambat 10 Maret 2026.

Hal itu diungkapkan Indra usai menggelar rapat di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, Senin, 9 Maret 2026.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan Kementerian Pekerjaan Umum, Indra Cahya Kusuma [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan Kementerian Pekerjaan Umum, Indra Cahya Kusuma [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]

Kata Indra, secara umum kondisi jalan nasional di Sulawesi Selatan sebenarnya sudah cukup baik. Dari total panjang jalan nasional di Sulsel sekitar 1.740 kilometer, kemantapan jalannya mencapai 95 persen.

"Secara umum tingkat kemantapan jalan sudah di atas 95 persen," ujarnya.

Baca Juga:Pemilik Klub Malut United Dilaporkan ke Polisi, Diduga Intimidasi Jurnalis dan Paksa Hapus Rekaman

Meski begitu, ia mengakui masih ada sejumlah ruas yang membutuhkan perhatian khusus, terutama di jalur Makassar menuju Maros hingga Pangkep.

Ia menjelaskan, penanganan jalan di wilayah tersebut berada di bawah tiga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.

"Beberapa waktu lalu memang banyak muncul lubang di ruas tersebut. Penyedia jasa saat ini sudah bekerja menutup lubang-lubang itu dan kami targetkan paling lambat tanggal 10 Maret sudah tertutup," jelasnya.

Namun, perbaikan jalan menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya karena kondisi cuaca ekstrem.

Berdasarkan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sulawesi Selatan diperkirakan akan dilanda hujan lebat hingga sangat lebat pada 10-12 Maret 2026.

Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kota Makassar, Kabupaten Maros, Pangkep, Gowa, dan Barru, dengan intensitas hujan diperkirakan mencapai 50 hingga 100 milimeter per hari.

"Cuaca ekstrem ini bisa mempercepat kerusakan jalan dan memunculkan lubang-lubang baru," katanya.

Selain faktor cuaca, kerusakan jalan juga dipicu oleh banyaknya kendaraan dengan muatan berlebih yang melintas di jalur tersebut.

Data dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) menunjukkan rata-rata sekitar 300 truk dengan kondisi over dimension over load (ODOL) melintas setiap hari.

Kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih tersebut mempercepat kerusakan jalan, terutama di jalur yang menjadi lintasan utama kendaraan logistik.

"Ini kombinasi antara cuaca ekstrem dan kendaraan berat yang menyebabkan lubang-lubang baru muncul," ujarnya.

Untuk mengantisipasi kondisi darurat selama arus mudik, BBPJN Sulsel juga menyiapkan 17 posko di sepanjang ruas jalan nasional.

Posko tersebut dilengkapi material penutup lubang sementara, kendaraan operasional, hingga alat berat.

Sebanyak 67 unit alat berat seperti ekskavator, motor grader, dan dump truck juga disiagakan di sepanjang jalur nasional untuk menangani potensi longsor atau kerusakan jalan mendadak.

Selain itu, tim juga menyiapkan material tambalan cepat seperti aspal dingin untuk menutup lubang yang muncul secara tiba-tiba selama masa mudik.

Meski demikian, Indra mengakui daya tahan aspal dingin tidak sekuat aspal hotmix, terutama jika digunakan saat kondisi hujan deras dan dilintasi kendaraan berat.

"Kalau kondisi darurat tetap kita tutup dengan tambalan cepat agar jalan tetap fungsional dilalui pemudik," sebutnya.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyebut Pemprov memprediksi kenaikan pergerakan mudik hingga 20 persen dibanding 2025 yang mencapai 4,5 juta orang.

Tahun ini jumlahnya diperkirakan berada di kisaran 5 juta hingga 6,1 juta orang.

Dari total tersebut, sekitar 3,9 juta orang diproyeksikan melalui jalur darat, 1,6 juta lewat udara, dan 385 ribu melalui jalur laut.

Adapun proyeksi kendaraan yang bergerak mencapai 4,5 juta sepeda motor dan 634 ribu mobil.

"Potensi puncak arus mudik diperkirakan sekitar 38 ribu orang per hari," kata Andi Sudirman.

Pemprov juga menyiapkan program mudik gratis, baik bus untuk penumpang maupun truk pengangkut sepeda motor.

Skema ini ditujukan untuk mengurangi risiko kecelakaan, terutama bagi pemudik jarak jauh seperti tujuan Masamba dan wilayah utara Sulsel lainnya.

Dengan kendaraan roda dua diangkut truk dan penumpangnya menggunakan bus diharapkan tingkat kelelahan pengendara bisa ditekan.

Selain itu, ia bilang pembatasan kendaraan besar akan dilakukan mulai H-5 Lebaran.

Kebijakan tersebut tertuang dalam surat keputusan bersama antara Kementerian Perhubungan, Kepolisian, dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Pembatasan berlaku 13 hingga 29 Maret dengan pengecualian bagi kendaraan pengangkut BBM, logistik bencana, dan bahan pokok.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini