Baca 10 detik
- PLN UID Sulselrabar melalui program TJSL menghadirkan biodigester 12 meter kubik di Dusun Bakae, Sinjai, untuk energi biogas warga.
- Warga Dusun Bakae merasakan penghematan ekonomi signifikan dan peningkatan keamanan saat memasak menggunakan energi biogas ini.
- Residu biogas dari kotoran sapi berpotensi dikembangkan menjadi pupuk organik dan pakan ternak untuk pertanian berkelanjutan.
Limbah ternak yang dulu tidak memiliki nilai, kini terdapat keberkahan di dalamnya.
Ke depan, harapan juga bertumbuh. Jika pengelolaan biodigester terus berkembang, tidak mustahil jumlah rumah tangga penerima manfaat juga akan bertambah, demikian pula peluang pemanfaatan residu biogas yang optimal.
Secara sederhana, semakin banyak dapur yang menyala dengan biogas, semakin besar pula kemandirian energi desa.
Baca Juga:Waspada! Badan Geologi Ungkap Ancaman Gas Beracun dari Kawah Gunung Lokon