- Satgas Saber Pangan Sulsel memperketat pengawasan harga dan distribusi 14 komoditas strategis menjelang Ramadan 2026.
- Pengawasan melibatkan tim gabungan yang memeriksa distributor (D1) dan pengecer; pelanggaran bisa dikenai sanksi pidana.
- Pemantauan lapangan menemukan Minyakita dan gula pasir dijual di atas HET/HAP di Kabupaten Gowa pada 2 Maret 2026.
Tim gabungan dari Badan Pangan Nasional, Ditkrimsus Polda Sulsel, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, PTSP, hingga perwakilan Bulog melakukan pemeriksaan stok dan legalitas produk.
Bawang putih dijual ke distributor D1/D2 sebesar Rp25.000 per kilogram dengan distribusi mencakup Makassar, Maros, dan Kendari.
Di Pasar Induk Minasa Maupa, Kabupaten Gowa, tim menemukan beberapa komoditas masih berada di atas HET dan HAP per 2 Maret 2026, antara lain Minyakita dan gula pasir kemasan.
Harga Minyakita tercatat berkisar Rp15.700 hingga Rp19.000 per liter, dipicu harga beli pedagang dari distributor D2/D3 yang mencapai Rp17.000 per liter.
Baca Juga:Thailand Lirik Sejumlah Potensi Sulsel, Andi Sudirman: Kami Sambut Baik
Sementara gula pasir dijual Rp18.000 per kilogram, di atas HAP Rp17.500 per kilogram.
Setelah dilakukan sosialisasi, pedagang bersedia menyesuaikan harga gula pasir sesuai HAP.
Bulog juga akan menyuplai Minyakita dan gula pasir ke toko responden SP2KP guna menjaga stabilitas harga.
Pemantauan turut dilakukan di Toko Anugerah Berkat Sukses, distributor gula dan tepung di Gowa.
Hasilnya, gula merek Raja Gula dari ID FOOD dijual Rp16.700 per kilogram, sementara gula lokal Nusakita Rp15.700 per kilogram.
Baca Juga:Telur Ikut 'Terbakar'! Dari Rp48 Ribu Jadi Rp60 Ribu, Benarkah Program MBG Pemicu?
Pemprov Sulsel menegaskan, Satgas Saber Pangan akan terus siaga memantau stabilitas harga dan distribusi pangan di seluruh kabupaten/kota.
Upaya ini diharapkan menjaga daya beli masyarakat serta memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan selama Ramadan 2026.