Warga Makassar Dilarang Nyalakan Petasan di Akhir Ramadan

Mengimbau masyarakat untuk tidak membunyikan petasan atau mercon, khususnya pada malam-malam terakhir Ramadan hingga malam takbiran

Muhammad Yunus
Rabu, 04 Maret 2026 | 14:55 WIB
Warga Makassar Dilarang Nyalakan Petasan di Akhir Ramadan
Ilustrasi petasan (Pixabay)
Baca 10 detik
  • Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengimbau warga tidak menyalakan petasan saat akhir Ramadan hingga takbiran.
  • Imbauan ini disampaikan saat Safari Ramadan di Masjid Darussalam pada Selasa malam, 3 Maret 2026.
  • Wali Kota juga meminta antisipasi peningkatan volume sampah serta bahaya konvoi berbahaya di jalan raya.

SuaraSulsel.id - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengimbau masyarakat untuk tidak membunyikan petasan atau mercon, khususnya pada malam-malam terakhir Ramadan hingga malam takbiran.

Imbauan itu disampaikan saat Munafri melaksanakan Salat Isya dan Tarawih berjamaah dalam rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kota Makassar di Masjid Darussalam, Jalan Nusantara, Makassar, Selasa (3/3/2026) malam.

Munafri menegaskan pentingnya menjaga kekhusyukan ibadah di penghujung Ramadan sekaligus memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Ini perlu saya sampaikan dan ingatkan agar kita fokus ibadah di malam terakhir Ramadan, demi menjaga kekhusyukan ibadah serta keamanan dan ketertiban bersama,” ujarnya.

Baca Juga:Lebaran 2026 Makin Dekat! Wali Kota Makassar Minta Siskamling Diaktifkan

Ia menyoroti fenomena euforia pada 10 hari terakhir Ramadan yang kerap diisi sebagian kelompok anak muda dengan bermain petasan atau mercon.

Menurutnya, momentum tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk memaksimalkan ibadah.

“Sering kali momen ini dijadikan euforia oleh kelompok anak muda untuk main petasan atau mercon. Ini tugas kita bersama mengatasi,” tegasnya.

Selain itu, Munafri juga menyinggung maraknya perang kelompok dan permainan tembak-tembakan menggunakan senjata mainan yang dilakukan sambil berkonvoi di jalan raya. Ia menilai aktivitas tersebut sangat berbahaya.

Menurutnya, permainan masih dapat ditoleransi jika dilakukan di lokasi khusus dengan standar keamanan jelas.

Baca Juga:Ramadan di Makassar Diwarnai 'Perang' Senjata Mainan, Ini Perintah Wali Kota

Namun jika berlangsung di jalan raya secara bergerombol, risikonya sangat tinggi bagi pelaku maupun pengguna jalan lain.

“Jangan jadikan jalan raya tempat bereksperimen. Ini bukan hanya membahayakan diri sendiri, tapi sangat membahayakan orang lain,” katanya.

Munafri meminta tokoh masyarakat, RT/RW, serta orang tua turut berperan aktif meredam aktivitas tersebut di lingkungan masing-masing.

Antisipasi Lonjakan Sampah

Pada kesempatan yang sama, Munafri juga menekankan pentingnya pengelolaan kebersihan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Ia mengingatkan camat, lurah, hingga ketua RT/RW untuk mengantisipasi potensi lonjakan volume sampah di akhir Ramadan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini