- Seorang penjaga agen BRILink bernama Ririn (31) ditemukan tewas di Walenrang, Luwu pada Rabu, 18 Februari 2026, diduga korban perampokan.
- Korban mengalami luka parah akibat benda tumpul; pelaku diduga membawa kabur brankas berisi uang hasil transaksi harian.
- Polisi sedang menyelidiki identitas pelaku berdasarkan rekaman CCTV yang menunjukkan terduga membawa motor Scoopy dan brankas biru.
"Saksi mendapati korban dalam kondisi berlumuran darah. Kami menduga kejadian berlangsung sesaat sebelum ditemukan," ujarnya.
Dalam proses penyelidikan, polisi juga mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang berada di sekitar lokasi kejadian. Dari rekaman tersebut, terduga pelaku sempat terekam saat berada di sekitar tempat usaha korban.
Dalam video CCTV, pelaku terlihat mengendarai sepeda motor jenis Honda Scoopy. Ia mengenakan pakaian santai berupa sweater, topi, dan celana pendek.
Rekaman juga memperlihatkan seseorang yang diduga pelaku membawa brankas berwarna biru keluar dari lokasi BRILink.
Baca Juga:Pemprov Sulsel Minta Pertamina Mitigasi Kelangkaan BBM dan LPG di Luwu Raya
Meski demikian, hingga saat ini identitas pelaku masih dalam penyelidikan. Polisi terus mendalami rekaman CCTV serta mengumpulkan keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut.
Aparat juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi serta berkoordinasi dengan unit terkait guna mempercepat pengungkapan kasus. Dugaan sementara, motif pelaku adalah perampokan karena adanya brankas yang dibawa kabur dari tempat usaha korban.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar. Ririn diketahui bekerja sebagai penjaga agen BRILink untuk membantu perekonomian keluarga.
Aktivitas transaksi di lokasi tersebut untuk sementara dihentikan guna kepentingan penyelidikan.
Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor ke pihak berwajib. Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.
Baca Juga:Petani Laoli Luwu Timur Terancam Digusur untuk Kawasan Industri, LBH Laporkan Pemkab ke Komnas HAM
Kontributor : Lorensia Clara Tambing