- Pemkot Makassar mengeluarkan SE Nomor 11 Tahun 2026 tentang penutupan sementara tempat hiburan mulai 17 Februari 2026.
- Penutupan ini bertujuan menghormati ibadah Ramadan 1447 H dan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 di Makassar.
- Pelanggaran edaran ini akan dikenakan sanksi sesuai peraturan berlaku untuk menjaga ketertiban umum.
Menurutnya, kepatuhan pengelola tempat hiburan bukan hanya bentuk ketaatan terhadap regulasi, tetapi juga kontribusi nyata dalam menjaga harmoni sosial dan ketertiban umum.
“Kepatuhan pengelola tempat hiburan bukan hanya bentuk ketaatan terhadap regulasi, tetapi juga kontribusi nyata dalam menjaga harmoni sosial dan ketertiban umum, sehingga ditutup sementara,” ujarnya.
Ia menegaskan, kebijakan ini bukan sekadar penegakan aturan administratif, tetapi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha pariwisata.
Sebagai kota yang terus bergerak menuju visi Makassar MULIA (Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan), sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diharapkan tumbuh secara beretika dan selaras dengan norma sosial yang berlaku.
Baca Juga:Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
“Kita ingin memastikan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tumbuh secara beretika, menghormati norma sosial, serta memperkuat citra Makassar sebagai destinasi yang berkelas dan beradab,” jelasnya.
Pemkot Makassar optimistis, dengan dukungan seluruh pihak, suasana Ramadan dan peringatan Nyepi tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap iklim usaha pariwisata di Kota Makassar.