Strategi Energi Bahlil Didukung Akademisi, Impor Solar Resmi Berakhir?

Strategi besar untuk menekan impor bahan bakar minyak (BBM) dan memperbaiki struktur ekonomi energi Indonesia

Muhammad Yunus
Kamis, 12 Februari 2026 | 10:31 WIB
Strategi Energi Bahlil Didukung Akademisi, Impor Solar Resmi Berakhir?
Diskusi proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Rabu (11/2) [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Peresmian RDMP Balikpapan adalah langkah strategis mengurangi ketergantungan impor BBM dan memperbaiki neraca transaksi berjalan negara.
  • Proyek RDMP mengarahkan Indonesia menjadi pelaku industri pengolahan energi yang menciptakan diversifikasi produk bernilai tambah.
  • Pemerintah mengarahkan penyerapan BBM domestik oleh SPBU swasta untuk menjamin kepastian pasar hasil produksi kilang nasional.

Ia menambahkan, kualitas BBM hasil pengolahan RDMP yang telah memenuhi standar Euro 5 juga meningkatkan daya saing produk dalam negeri.

Dengan standar tersebut, SPBU swasta dinilai tidak memiliki alasan untuk tetap bergantung pada produk impor.

Selain mengurangi impor solar, RDMP dinilai membuka peluang efisiensi dan meningkatkan kapasitas produksi nasional. Dalam jangka panjang, kebijakan ini berpotensi memperbesar ruang fiskal negara melalui penghematan devisa.

"Seharusnya memang begitu. Produk turunan dari minyak mentah sampai menjadi solar bisa diserap oleh swasta. Jadi tidak perlu lagi mengimpor," ujarnya.

Baca Juga:RKAB 2026 Disetujui, PT Vale Siap Tancap Gas di Tiga Blok Raksasa

Menurut Syamsuri, kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang mengarahkan SPBU swasta membeli BBM dari Pertamina juga menjadi bagian dari strategi hilirisasi energi.

Tujuannya memastikan hasil pengolahan kilang domestik terserap optimal, sehingga manfaat ekonomi RDMP tidak berhenti pada produksi semata, melainkan menguatkan rantai pasok dalam negeri.

Sementara itu, Direktur Lembaga Studi Kebijakan Publik, M. Kafrawy Saenong menilai penghentian impor solar dan penguatan penyerapan produk dalam negeri merupakan langkah maju.

Namun ia mengingatkan pentingnya tata kelola dan distribusi yang sehat agar kebijakan tersebut berjalan seimbang.

Menurut Kafrawy, pembatasan impor bagi SPBU swasta perlu dipahami sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan sekaligus menyehatkan ekosistem energi nasional. Meski demikian, pemerintah juga harus memastikan iklim usaha tetap adil bagi pelaku swasta.

Baca Juga:Ketika Rumah Arobi Akhirnya Terang: Kisah Haru di Balik Program BPBL

"Ini bagian dari upaya menyehatkan siklus ekonomi energi dalam negeri. Tapi pemerintah juga harus memastikan kebijakan ini tidak membuat pelaku usaha swasta merasa dirugikan," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara penguatan BUMN energi dan kepastian usaha bagi investor.

Dengan tata kelola yang transparan dan distribusi yang efisien, RDMP dapat menjadi tonggak penting menuju kemandirian energi nasional.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini