Cerita Saiful Sisir Lereng Gunung Bulusaraung, Temukan Korban Diduga Pramugari

Korban kedua jatuhnya pesawat ATR 42-500 akhirnya ditemukan tim SAR gabungan pada hari ketiga

Muhammad Yunus
Selasa, 20 Januari 2026 | 09:17 WIB
Cerita Saiful Sisir Lereng Gunung Bulusaraung, Temukan Korban Diduga Pramugari
Anggota Tim SAR gabungan melakukan pencarian dan evakuasi korban di lereng-lereng gunung Bulusaraung [SuaraSulsel.id/Basarnas]
Baca 10 detik
  • Korban kedua kecelakaan pesawat ATR 42-500 ditemukan tim SAR pada Senin, 19 Januari 2025, di lereng Gunung Bulusaraung.
  • Evakuasi jenazah korban sulit dilakukan karena medan ekstrem dan berbahaya; proses penanganan dilanjutkan hari ini.
  • Pencarian delapan korban sisa melibatkan warga lokal pemburu madu karena keakraban mereka dengan medan terjal.

"Untuk evakuasi sudah dilakukan briefing teknis. Mekanismenya menggunakan tali dari puncak ke lokasi. Namun untuk penurunan dari puncak ke titik evakuasi masih kami atur secara teknis," jelas Saiful.

Jenazah korban kemudian dibungkus dan digantung pada ketinggian sekitar 25 meter dari titik penemuan.

Proses evakuasi direncanakan dilakukan pada Selasa, 20 Januari 2026 jika cuaca memungkinkan dan kondisi medan dinilai aman.

Hingga saat ini upaya pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung masih menghadapi tantangan besar.

Baca Juga:Pemburu Madu Hutan Tunjukan Jalur-Jalur Rahasia Gunung Bulusaraung

Selain medan yang terjal dengan kemiringan ekstrem, tim SAR juga harus berpacu dengan cuaca buruk yang kerap berubah secara tiba-tiba.

Untuk mengoptimalkan pencarian, tim SAR gabungan akhirnya melibatkan warga lokal yang dikenal paling memahami karakter medan di kawasan tersebut.

Mereka adalah para pemburu madu hutan, kelompok masyarakat yang selama ini akrab dengan lereng-lereng terjal, tebing curam, dan jalur tersembunyi di Gunung Bulusaraung.

Dalam operasi ini, pencarian akan difokuskan dengan memaksimalkan kemampuan navigasi para pemburu madu.

Sebanyak lima tim disiapkan untuk menyisir area-area prioritas yang dinilai paling sulit dijangkau oleh personel SAR reguler.

Baca Juga:Korban Kedua Pesawat ATR42-500 Ditemukan di Jurang 500 Meter

Pada tahap pertama hingga ketiga, masing-masing tim akan dipimpin oleh satu personel SAR sebagai pemimpin tim gabungan.

Sementara pada tahap keempat dan kelima, pencarian dilakukan oleh dua kelompok kecil yang masing-masing beranggotakan delapan dan tujuh orang menyesuaikan dengan tingkat kesulitan medan.

Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii juga mengakui kawasan Gunung Bulusaraung menjadi salah satu tantangan terberat dalam operasi ini.

Meski ketinggian gunung tidak setinggi pegunungan besar lainnya, kontur wilayahnya sangat berbahaya.

"Bulusaraung ini memang terjal. Jurangnya hampir tegak lurus, mendekati 90 derajat, dengan kondisi bebatuan. Cuaca juga tidak selalu bersahabat," kata Syafii di kantor SAR Makassar.

Ia menegaskan seluruh langkah pencarian dilakukan dengan perhitungan matang demi keselamatan personel.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini