- Aparat Polres Takalar menangkap Suprianto Gassing, pegawai Kantor Pos, pada Sabtu malam, 29 November 2025.
- Pelaku menikam Kepala Kantor Pos Takalar, Suwanto Tahir, menggunakan badik pada Jumat malam, 28 November 2025.
- Insiden ini menyebabkan penundaan pencairan BLT bagi 1.700 warga, namun dana dilaporkan masih aman di brankas.
Dalam kondisi terluka, Suwanto masih sempat mengonfirmasi identitas pelaku.
"Pelakunya Suprianto, staf kami sendiri," ujarnya kepada petugas medis.
Sejak malam kejadian hingga Minggu siang, Kantor Pos Takalar masih dijaga ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap.
Garis polisi membentang dari pintu masuk hingga area loket pelayanan. Kantor ditutup sementara dan akses publik dibatasi sepenuhnya.
Baca Juga:Detik-detik Anggota TNI AU Tikam Pria Depan Istrinya, Korban Tewas!
Penutupan kantor membuat proses penyaluran BLT di Kabupaten Takalar ikut terganggu.
Deputi Kantor Cabang Utama Pos Indonesia Makassar, Firman, menjelaskan bahwa ada 10.027 warga penerima BLT yang pencairannya disalurkan melalui Kantor Pos Takalar.
Dari jumlah tersebut, 1.700 penerima belum sempat mencairkan bantuan pada jadwal resmi 23-28 November 2025.
"Sebagian tidak datang, sebagian lain terkendala administrasi. Dengan kejadian ini, otomatis pencairan terganggu," ujar Firman.
Ia memastikan anggaran BLT tetap aman karena uang yang menjadi target perampokan masih tersimpan di dalam brankas dan tidak ada dana yang hilang.
Baca Juga:Proyek Miliaran Ambruk! Kemenag Sulsel Investigasi Dugaan Kelalaian di Madrasah Takalar
Untuk mencegah penundaan lebih panjang, penyaluran selanjutnya akan dialihkan melalui Kantor Pos Makassar.
"Sumber dananya tetap dari PT Pos Indonesia, hanya dialokasikan dari Pos Makassar setelah kejadian," katanya.
Situasi ini juga mendapat perhatian khusus dari Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, yang langsung berkoordinasi dengan PT Pos Indonesia untuk memastikan ribuan penerima bantuan tidak terhambat lebih lama.
Kepala Dinas Sosial dan PMD Takalar, Andi Rijal Mustamin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima instruksi untuk membantu penuh proses pencairan.
"Alhamdulillah. Kami di Dinas Sosial terbuka sampai kapan pun untuk membantu penyalurannya," ujarnya.
Andi Rijal mengatakan pemkab siap menyediakan personel tambahan untuk membantu proses verifikasi dan distribusi, terutama bagi 1.700 warga yang belum menerima hak mereka.