Kepala Kantor Pos Ditikam Bawahan Karena Uang BLT, Begini Kronologinya

Pelaku diamankan setelah sebelumnya sempat kabur usai insiden berdarah itu terjadi

Muhammad Yunus
Minggu, 30 November 2025 | 21:10 WIB
Kepala Kantor Pos Ditikam Bawahan Karena Uang BLT, Begini Kronologinya
Polisi mengamankan lokasi penganiayaan Kepala Kantor Pos di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan [Suara.com/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Aparat Polres Takalar menangkap Suprianto Gassing, pegawai Kantor Pos, pada Sabtu malam, 29 November 2025.
  • Pelaku menikam Kepala Kantor Pos Takalar, Suwanto Tahir, menggunakan badik pada Jumat malam, 28 November 2025.
  • Insiden ini menyebabkan penundaan pencairan BLT bagi 1.700 warga, namun dana dilaporkan masih aman di brankas.

SuaraSulsel.id - Pelaku penikaman Kepala Kantor Pos Cabang Takalar, Suwanto Tahir akhirnya ditangkap aparat kepolisian pada Sabtu malam, 29 November 2025.

Ia diamankan setelah sebelumnya sempat kabur usai insiden berdarah itu terjadi.

Pelaku bernama Suprianto Gassing, pegawai internal Kantor Pos Takalar, diringkus Tim Resmob Polres Takalar tanpa perlawanan.

"Iya, sudah diamankan," kata Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP Hatta saat dikonfirmasi, Minggu, 30 November 2025.

Baca Juga:Detik-detik Anggota TNI AU Tikam Pria Depan Istrinya, Korban Tewas!

Ia menjelaskan bahwa penyidik masih mendalami motif perampokan yang berujung penganiayaan berat terhadap kepala kantor tersebut.

"Saat ini yang bersangkutan sudah diamankan Tim Resmob. Masih didalami (motifnya)," tambahnya.

Suprianto langsung digelandang ke Mapolres Takalar untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Kedua tangannya diborgol ketika Tim Resmob membawanya menuju ruang penyidikan, dengan pengawalan ketat.

Insiden itu terjadi pada Jumat malam, 28 November 2025, sekitar pukul 19.30 Wita.

Baca Juga:Proyek Miliaran Ambruk! Kemenag Sulsel Investigasi Dugaan Kelalaian di Madrasah Takalar

Saat itu Kantor Pos Takalar baru saja menutup pelayanan pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berlangsung sepanjang hari.

Polisi mengamankan uang BLT yang hendak dirampok oleh pegawai PT Pos. Pelaku kini ditangkap polisi [Suara.com/Istimewa]
Polisi mengamankan uang BLT yang hendak dirampok oleh pegawai PT Pos. Pelaku kini ditangkap polisi [Suara.com/Istimewa]

Suwanto Tahir tengah bersiap menyimpan uang BLT bernilai ratusan juta rupiah ke dalam brankas.

Tanpa disangka, pelaku yang merupakan stafnya sendiri mendekat dari belakang dan memukul kepala serta tubuh korban menggunakan tabung pemadam api (APAR).

Serangan tak berhenti di situ. Pelaku kemudian mengayunkan senjata tajam jenis badik, membacok korban hingga terkapar bersimbah darah.

Suprianto juga merampas handphone Suwanto sebelum melarikan diri.

Warga sekitar yang mendengar keributan segera masuk ke dalam kantor. Melihat Suwanto tergeletak berlumur darah, mereka memapahnya keluar dan membawanya ke RSUD Padjonga Dg Ngalle untuk mendapatkan perawatan intensif.

Dalam kondisi terluka, Suwanto masih sempat mengonfirmasi identitas pelaku.

"Pelakunya Suprianto, staf kami sendiri," ujarnya kepada petugas medis.

Sejak malam kejadian hingga Minggu siang, Kantor Pos Takalar masih dijaga ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap.

Garis polisi membentang dari pintu masuk hingga area loket pelayanan. Kantor ditutup sementara dan akses publik dibatasi sepenuhnya.

Penutupan kantor membuat proses penyaluran BLT di Kabupaten Takalar ikut terganggu.

Deputi Kantor Cabang Utama Pos Indonesia Makassar, Firman, menjelaskan bahwa ada 10.027 warga penerima BLT yang pencairannya disalurkan melalui Kantor Pos Takalar.

Dari jumlah tersebut, 1.700 penerima belum sempat mencairkan bantuan pada jadwal resmi 23-28 November 2025.

"Sebagian tidak datang, sebagian lain terkendala administrasi. Dengan kejadian ini, otomatis pencairan terganggu," ujar Firman.

Ia memastikan anggaran BLT tetap aman karena uang yang menjadi target perampokan masih tersimpan di dalam brankas dan tidak ada dana yang hilang.

Untuk mencegah penundaan lebih panjang, penyaluran selanjutnya akan dialihkan melalui Kantor Pos Makassar.

"Sumber dananya tetap dari PT Pos Indonesia, hanya dialokasikan dari Pos Makassar setelah kejadian," katanya.

Situasi ini juga mendapat perhatian khusus dari Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, yang langsung berkoordinasi dengan PT Pos Indonesia untuk memastikan ribuan penerima bantuan tidak terhambat lebih lama.

Kepala Dinas Sosial dan PMD Takalar, Andi Rijal Mustamin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima instruksi untuk membantu penuh proses pencairan.

"Alhamdulillah. Kami di Dinas Sosial terbuka sampai kapan pun untuk membantu penyalurannya," ujarnya.

Andi Rijal mengatakan pemkab siap menyediakan personel tambahan untuk membantu proses verifikasi dan distribusi, terutama bagi 1.700 warga yang belum menerima hak mereka.

"Kami akan pastikan seluruh penerima mendapatkan bantuannya," tambahnya.

Dari informasi yang dihimpun, hingga Minggu sore, polisi masih menjaga lokasi kejadian.

Garis polisi belum dicabut, dan seluruh aktivitas pelayanan Kantor Pos Takalar masih dihentikan sampai pemeriksaan forensik serta penyidikan selesai dilakukan.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini