UMKM Disabilitas Jadi Penggerak Ekonomi, CIMB Niaga Hadirkan Inovasi Inklusif

Bisa menghasilkan sebuah karya yang mengubah hidup

Muhammad Yunus
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 18:04 WIB
UMKM Disabilitas Jadi Penggerak Ekonomi, CIMB Niaga Hadirkan Inovasi Inklusif
Penyandang disabilitas pemilik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Duaa's. Usaha fesyen tie dye Kota Makassar [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]

SuaraSulsel.id - Di sebuah ruang sederhana di Sentra Wirajaya Makassar, Agung (23) duduk ditemani ibunya, Hanny Mulyani.

Siang itu mereka mengikuti asesmen kepribadian, bagian dari upaya pendampingan agar para penyandang disabilitas bisa lebih mandiri.

Agung yang didiagnosis sebagai difabel intelektual, berbicara dengan terbata. Lidahnya yang pendek membuat kalimat yang diucapkan sulit untuk dipahami.

Namun, ia bisa menghasilkan sebuah karya yang kini mengubah hidupnya.

Baca Juga:Link Pendaftaran Sertifikasi Halal Gratis Bagi UMKM Pemprov Sulsel

Dialah pemilik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Duaa's, sebuah usaha fesyen tie dye Kota Makassar.

Nama itu dipilih Hanny untuk menandai kebersamaan dua anaknya, Agung dan Akmar. Keduanya adalah penyandang disabilitas intelektual.

"Duaa's artinya kepunyaan mereka berdua," ujar Hanny saat ditemui, Selasa, 19 Agustus 2025.

Awalnya, usaha ini hanya berawal dari pelatihan membuat jilbab tie dye di Sentra Wirajaya Kementerian Sosial.

Hasil karya Agung kemudian dilelang di bazar komunitas orang tua difabel. Tak disangka, jilbab buatannya laku.

Baca Juga:Cerita Sukses Renaco dari Dapur ke Digital, BRI Hadir untuk UMKM

Bahkan, seorang dokter rehabilitasi medik Rumah Sakit Wahidin Sudiro Husodo memesan seragam khusus buatan Agung. Dari situlah semangat itu mulai menyala.

"Dia bilang ternyata kalau buat begini saya bisa punya uang. Jadi kita mulai buka 5 September 2013 lalu," kata Hanny.

Berbekal modal Rp500 ribu untuk membeli 10 jilbab polos, usaha kecil itu terus diputar.

Kini, hasil penjualan bukan hanya bisa membantu menopang hidup, tetapi juga menyekolahkan adiknya di sekolah luar biasa.

Namun, perjalanan tidak selalu mulus. Produksi dijalankan murni oleh Agung dan Akmar. Mereka yang mewarnai, menentukan corak dan mengeringkan. Hanny yang turun tangan di pemasaran.

"Tapi kami kekurangan tenaga. Di media sosial pun kalah saing. Mau masuk di marketplace, aduh, harganya harus banting-bantingan. Kita tidak bisa jual semurah itu," sebutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini