Air Mata dan Keberanian: Perjuangan Andi Ninnong, Perempuan Bugis Mengubah Wajo Jadi Bagian NKRI

Bagi masyarakat Wajo, Sulawesi Selatan, Andi Ninnong adalah simbol keteguhan, keberanian, dan cinta tanah air

Muhammad Yunus
Senin, 09 Juni 2025 | 14:10 WIB
Air Mata dan Keberanian: Perjuangan Andi Ninnong, Perempuan Bugis Mengubah Wajo Jadi Bagian NKRI
Potret Andi Ninnong, raja Wajo terakhir [SuaraSulsel.id/Istimewa]

SuaraSulsel.id - Di antara lembaran sejarah Indonesia yang penuh gejolak pasca proklamasi. Nama Andi Ninnong mungkin tak setenar tokoh-tokoh nasional lainnya.

Namun, bagi masyarakat Wajo, Sulawesi Selatan, Andi Ninnong adalah simbol keteguhan, keberanian, dan cinta tanah air yang tak tergoyahkan.

Andi Ninnong bukan sekadar bangsawan Bugis. Ia adalah pewaris tunggal dua garis keturunan penting, yakni Arung Tempe dan Renreng Tua.

Dalam darahnya mengalir darah pemimpin. Sejak kecil, tanda-tanda kebesaran telah melekat pada dirinya.

Baca Juga:Sejarah Koperasi di Dunia: Dari Revolusi Industri Hingga Era Digital

Di saat dunia perempuan masih dibatasi oleh adat, Andi Ninnong melampaui batas-batas itu dengan menjadi perempuan Bugis pertama yang lulus dari sekolah Belanda, Hollandsch-Inlandsche School (HIS) di Sengkang.

Pendidikan itu menjadikannya tidak hanya cerdas secara intelektual. Namun juga peka terhadap dinamika politik kolonial yang mengimpit bangsanya.

Namun kehidupan tak pernah mudah bagi perempuan sekuat Andi Ninnong. Di usia yang baru 15 tahun, ia dinikahkan dengan I Malingkaan Karaeng Riburanne dari Gowa.

Mereka dikaruniai 11 anak, tetapi hanya dua orang yang bertahan hidup. Tragisnya, kedua anak yang selamat itu pun gugur juga sebagai pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Kehilangan anak-anaknya tak menyurutkan langkah Andi Ninnong. Justru membuatnya kuat dan gigih bahwa kemerdekaan harus diraih.

Baca Juga:Miris! SD Negeri di Pelosok Ini Terancam Tutup Karena Ditinggal Murid

Setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 dikumandangkan, situasi di Wajo tidak serta-merta stabil. Ancaman datang dari berbagai arah.

Tentara Belanda yang kembali ke nusantara dalam wujud NICA, serta pembentukan negara boneka oleh Belanda bernama Negara Indonesia Timur (NIT).

Tekanan itu tak hanya mengganggu ketertiban politik, tapi juga menggoyahkan kedaulatan rakyat Bugis yang telah lama terorganisir dalam sistem kerajaan.

Dalam buku biografinya berjudul "Hajjah Andi Ninnong", dijelaskan bahwa ia memimpin suatu gerakan perlawanan yang diberi nama Penegak Republik Indonesia Wajo ( PRYW ) pada awal Oktober 1945.

Andi Ninnong dengan semangat dan tekadnya mampu menunjukkan sikap patriotiknya dalam menghadapi tekanan-tekanan NICA (Belanda) dan Sekutu di daerah Wajo untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Dalam masa penuh ancaman itu, Andi Ninnong berdiri pada garda paling depan. Ia memimpin rakyat Wajo untuk menolak campur tangan Belanda dan eksistensi Negara Indonesia Timur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini